Ficlet :: Kkeum

Author                                  : Kang Yong Ri aka Serly Rusadi

Tittle                                     : Kkeum

Cast                                       :

–          Kim So Eun

–          Suzy

–          Eomma So Eun and Suzy

–          Kim Sang Bum

Length                                  : Ficlet

Genre                                   : Mysterious

*

*

*

“Eotteokkhe? Haruskah kita berbuat seperti itu?”

“Eoh mau bagaimana lagi. Ini satu satunya jalan keluar agar hutang kita dihapuskan.”

So Eun dan Suzy pun melakukan adegan kisseu.

“Yaa! Kim So Eun! Bae Suzy! Apa yang kalian lakukan hah?” Tiba-tiba eomma mereka datang membentak mereka saat melihat adegan yang tak layak itu.

“Itu..eomma jangan salah paham dulu.”

“Kemari kalian.” Eomma nya terlihat sangat murka.

“Eomma. Andwae. Suzy-ya kabur.”

*

“Kau?”

“Kenapa?”

“Kau…pocong?”

“Ya. Kau bisa melihatku?”

“Aku..kenapa aku? Aku juga sudah..meninggal?” Tanya So Eun bingung.

“Perkenalkan aku Kim Bum.”

“Eh? Ne.”

“Tapi aku bagaimana bisa aku meninggal?” So Eun bertanya-tanya pada dirinya. Bukannya tadi aku dan Suzy sedang menghindari eommanya? Lantas bagaimana bisa dia sekarang di sini dan….meninggal?
Andwae… Masih banyak hal yang perlu ku selesaikan, pikir So Eun.

*

“Eomma..”

“Kau? Katakan. Apa yang kau perbuat dengan Suzy? Benarkah kalian lesby?” Terlihat eomma So Eun masih sangat marah. Tentu saja, eomma mana yang tak akan marah jika kedua anak perempuannya melakukan adegan kissing dan di muka umum? Malu, kecewa, takut dan marah. Itu yang dirasakan eomma nya sekarang.

“Anio eomma. Kami tidak seperti itu. Kejadian itu hanya kebohongan demi melunasi hutang kita.”

“Ne?”

“Bukannya aku sudah bilang kalau aku sedang mempelajari tentang adegan itu? Hutang kita lunas jika kita mempertunjukkan adegan itu. Mau tak mau aku dan Suzy melakukannya.”

Eomma nya tertunduk. Badannya lemas. Salah appa mereka yang meninggalkan hutang untuk dibebankan pada mereka.

“Oh iya eomma, kenalkan ini temanku. Kim Bum.”

“Eoh?” Eomma So Eun terkejut. Pocong?

“Kau..?”

“Kenapa badanmu seperti ini So Eun? Terlihat pucat dan..”

“Eomma..aku..aku akan menghilang sebentar lagi. Aku..aku sudah meninggal.” Ucap So Eun sedih.

“Mwo? Bagaimana..?” Eomma nya terlihat terkejut.

“Molla. Tunggu dulu. Eomma masih bisa melihatku?”

“Ya. Tapi kulitmu sangat pucat dan seperti cahaya, bisa tembus pandang.”

“Hah?” So Eun langsung menarik dirinya di depan kaca.

“Kim Bum-ah, kemari, coba aku lihat apa dirimu masih bisa dilihat.” So Eun menarik Kim Bum untuk ikut mengaca.

“Kita masih terlihat?” Tanya Kim Bum tak percaya.

“Ya. Tapi badan kita tembus pandang.”

“Apa itu tandanya sebentar lagi kita akan menghilang?”

“Entahlah.”

“Oh iya ini, untuk kalian saja.”

“Apa ini?”

“Uang ku. Bukankah aku tak bisa membawa uang ini ke sana? Jadi sebaiknya untuk kalian saja.” Kim Bum menyerahkan dompetnya pada eomma nya So Eun.

“Tapi..”

“Ambillah, tak apa.”

“Tulis perjanjian dulu.”

“Eh?”

“Iya. Nanti jika polisi mengacak nya, mereka akan menuduh eomma ku sebagai pencuri. Ini. Mumpung kau masih terlihat pasti tulisanmu masih membekas.” So Eun menyuruh Kim Bum menulis surat perjanjian.

*

“Eomma.. Mari kita berfoto.”

“Foto?”

“Eoh..aku ingin menjadikannya kenangan.”

“Kau ada-ada saja.”

“Selagi tubuhku masih bisa dilihat. Ya walaupun terlihat sangat pucat dan tembus pandang setidaknya aku ingin mengenangnya.”

“Suzy-ya, kemari kita foto bareng.”

Selesai berfoto-ria So Eun duduk termenung.

“Kenapa aku harus pergi secepat ini? Bahkan hutang handphone ku belum lunas. Apa jika aku meninggal maka hutangku akan dihapus? Atau akan dititik beratkan pada Suzy?”

“Aku harus update status dulu di facebook. Meninggalkan sebuah kenangan.”

*

*

“Kau kenapa bisa meninggal seperti ini dan menjadi pocong?” So Eun terlihat penasaran dengan kematian Kim Bum.

“Entahlah, yang ku tahu waktu itu ada segerombol orang yang memukulku hingga aku babak belur kemudian mobilnya beserta tubuhku di seret, di masukkan ke jurang. Lalu aku tak tahu lagi, setelah bangun ternyata aku sudah seperti ini. Kain putih melilit di tubuhku.”

“Ah, berarti kejadiannya baru-baru ini? Eh tentu saja, buktinya kain mu masih putih. Masih baru.” Kicau So Eun.

Kim Bum hanya tersenyum.

“Aku belum siap meninggal.”

*

“Apa-apaan? Jadi ini cuma mimpi? Oh god. Baguslah. Aku belum siap. Tapi…kenapa aku harus bermimpi seperti ini?”

E N D

FF : Wo de half apple [part II]

Tittle                     : Wo de half apple

Author                  : Kang Yong Ri aka Serly Rusadi

Cast                       :

–          Kim Sang Bum

–          Kim So Eun

Length                  : Two Shoot

 

***

-PREVIEW-

“Tapi bukannya kalian itu hanya berpura-pura sebagai sepasang kekasih? Hanya untuk membohongi publik dan orang tua mu Kim Bum-ssi, benar begitu bukan?” lagi-lagi netizen yang tadi nya menatap tajam pada kami mengajukan pertanyaan yang sama sekali tak kami duga, dari mana dia tahu kalau kami hanya berpura-pura?

-NEXT-

“Bahkan kalian sudah menulis surat perjanjian. Aku sudah mendengarnya secara langsung kemarin di cafe tersebut. Aku juga mempunyai buktinya.” Netizen itu pun memutar rekaman suaraku dengan So Eun sewaktu di cafe kemarin, ahk aku lupa waktu itu aku tak mengenakan kacamata atau masker ataupun topi untuk menyembunyikan identitasku sehingga dengan mudahnya ada orang yang mengenaliku, ku lirik ke arah So Eun, dia tampak sedikit kikuk, tapi tetap tersenyum. Aku berusaha bersikap tenang, memikirkan jalan keluar, tak ku duga hal ini akan terjadi.

“Sebelumnya biar saya jelaskan lebih rinci dan mendalam lagi. Tolong dengarkan baik-baik dan jangan coba untuk memotong pembicaraanku. Dia Kim So Eun, wanita yang sudah berhasil masuk ke dalam kehidupanku tanpa seizinku, hm. Sebenarnya, dia dan aku memang awalnya ingin membohongi netizen dan para fans, sebelum nya kami minta maaf, kemarin kami berpura-pura sebagai pasangan di depan netizen bahkan sempat menulis surat perjanjian itu tapi tidak untuk sekarang, aku serius, aku Kim Sang Bum meminta Kim So Eun untuk menjadi kekasihku yang nyata.” Kataku sambil berlutut di hadapan Kim So Eun yang terlihat terkejut dengan pernyataanku.

“Kim Bum, apa yang kau katakan? Jangan bercanda di saat seperti ini, image mu bisa rusak.” Bisiknya pelan

“Aku serius, sebenarnya kemarin aku memintamu menjadi yeojachingu ku itu sungguhan, tapi mungkin kau akan menolak ku secara mentah-mentah karena kita baru bertemu hari itu juga, kau pasti akan menganggapku namja aneh dan pemikiran buruk lainnya, sehingga aku menawarkan perjanjian konyol itu padahal saat itu juga aku tak bercanda saat memintamu untuk menjadi kekasihku, itu hanya trik ku untuk menarik perhatianmu. Kau tahu, waktu aku menabrakmu saat itu? Aku memperhatikanmu dari atas hingga bawah bukan? Bahkan aku terus menatapmu, tak pernah berkedip sampai saat para netizen mengerubungi kita, kau ingat?”

Dia hanya menunduk kecil sambil berkata “Ya aku ingat, bahkan aku kira waktu itu kau menganggap ku sebagai hantu yang bisa menginjakkan kaki di lantai karena kau terus memperhatikanku dari atas hingga bawah.” Dia kemudian tersenyum manis

“Itu karena pada saat itu juga aku sadar bahwa aku telah menemukan half apple-ku. Aku sadar bahwa waktu itu pasti kau adalah setengah hatiku yang berbentuk seperti apel yang telah menghilang dari diriku sejak lama atau yang tepatnya sengaja di hilangkan dari ku agar di temukan lagi padaku suatu saat nanti dan saat itu adalah kemarin.”

“Jadi Kim So Eun aku bertanya ingin bertanya secara langsung dan tolong jangan mengecewakanku. Kau mau kan menjadi kekasih ku yang sesungguhnya?”

Dia tersenyum mengangguk kan kepalanya dengan penuh keyakinan.

“Aku Kim So Eun menerima Kim Sang Bum untuk menjadi half apple-nya. Tapi..” katanya terputus membuatku sedikit terkejut, mungkin kah dia ingin menolakku?

“Tapi aku tak yakin kalau mereka fans mu menyetujui ku untuk menjadi half apple-mu. Kurasa kau harus bertanya dulu pada fans-fans mu.”

“Ah, ku kira kau ingin menolakku. Kau membuatku jantungan.”

“Jangan berlebihan.” Kekehnya pelan

“Jadi bagaimana? Apa kalian dapat menerimanya untuk sebagai half apple-ku?” aku menghadap para fans yang datang ke konferensi pers ku saat itu, mataku seolah berkata ‘Ku harap kalian menerimanya.’

“Tentu saja kami menerimanya sebagai half apple-mu oppa, asalkan dia bisa membuatmu bahagia, ya walaupun sebenarnya hati kecil kami tidak bisa menerimanya dengan ikhlas tapi mau bagaimana jika ternyata dia benar adalah half apple-mu?” celetuk salah satu fans yang membuatku menatap ke arahnya

“Ne, kalau dia memang half apple-mu toh kami tak bisa berbuat apa-apa. Tapi kalau dia menyakitimu jangan harap kami akan tinggal diam.” Celetuk fans ku yang lainnya.

“Lalu bagaimana jika ternyata dia yang menyakitiku?” tiba-tiba ku dengar suara So Eun, seperti sebuah tantangan.

“Kami akan meninggalkannya dan kami akan beralih menjadi fans mu.” Jawab fans yang lain dengan di iringi senyuman.

“Sepertinya itu tak cukup, jika dia menyakitimu mungkin kami akan berbalik menyakitinya.” Ucap yang lainnya membuatku mau tak mau tersenyum saat mendengarnya.

“Jadi kalian mendukung kami?”

“Tentu.” Jawab mereka kompak

“Ah, jeongmal gomawoyo nae bummies. Saranghae..” Teriakku seperti orang gila

“Hey, Tuan Kim Sang Bum, bisakah kau jaga sikapmu? Jangan berteriak seperti orang gila atau kau ingin kehilangan image di depan publik dan kehilangan fans-fans mu? Aku heran kenapa mereka bisa menyukaimu, kenapa kau bisa populer dan terkenal bahkan memiliki fans sebanyak itu? Aigoo.. dunia ini aneh.” tanya So Eun sambil menggeleng-gelengkan kepalanya namun tangannya masih erat memegang mic, sedangkan para netizen dan fansku hanya tersenyum menatapku dan So Eun, mungkin aku benar-benar sudah gila, gila karenamu Kim So Eun.

“Bukankah kau juga aneh? Bisa menyukaiku yang aneh ini?” tanyaku balik

“Ya aku akui aku menjadi aneh karena telah tinggal di dunia aneh seperti ini yang di dalamnya terdapat kau yang membuat dunia ini aneh.” Katanya sambil menunjuk ke arah ku.

“Kalian berdua memang aneh.” Teriak fans-fans ku kompak, aku hanya bisa terus menarik bibir ku ke atas membentuk sebuah lengkungan yang menampilkan lesung pipiku.

*

*

“Gomawo.” Ucapku setelah kami berada di dalam mobil

“Untuk apa?”

“Tentu saja karena kau sudah mau menjadi yeojachingu ku yang nyata.”

“Oh. Ku pikir tadi hanya sebuah akting di mana aku harus mengikuti jalan cerita yang telah kau susun rapi itu.” Katanya sambil tersenyum membuatku berpikir bahwa dia masih tak percaya dengan apa yang ku katakan tadi di konferensi pers.

“Yang itu aku serius, bukan akting, jadi jangan terus berpikir bahwa itu hanya sebuah script.”

“Tentu saja aku tahu. Kau itu tak bisa di ajak bercanda.haha”

“Ku kira kau tak percaya dengan apa yang ku katakan.”

“Tentu saja aku percaya. Bukannya pertama kali bertemu kau sudah meminta ku untuk percaya padamu?”

“Kau masih ingat?”

“Geurom.”

“Sudah sampai, apa kau gugup?”

“Tentu saja, kau pikir yeoja mana yang tak akan gugup jika akan bertemu dengan orangtua kekasihnya.”

“Tapi kurasa kau bisa mengatasi rasa gugup itu.”

“Khajja.” Kataku membuka pintu mobil sambil mengadahkan tanganku agar dia menyambut nya.

“Eomma.. appa..” panggilku saat melihat eomma dan appa sedang duduk di ruang tamu menunggu kehadiran ku dan So Eun.

“Oh, ternyata ini yang mau ingin kau kenalkan pada kami? Aigoo.. Kau cantik sekali, namamu So Eun kan?” kata eomma sambil mengelus rambut nya So Eun seperti anaknya sendiri.

“Ne, Kim So Eun imnida. Bangapseubnida ahjumma, ahjussi.” Kulihat So Eun memperkenalkan dirinya dan menunduk sekilas sebagai tanda hormat.

“Ayo duduk dulu.”

“Ne.”

“Jadi kalian baru hari ini resmi jadi sepasang kekasih?” tanya appa sambil menatapku dan So Eun bergantian.

“Ne, ahjussi tahu dari mana? Apa Kim Bum yang mengatakannya?”

“Bodoh. Tentu saja mereka tahu, mereka pasti menonton konferensi pers kita dari tv.” Ucapku pelan

“Ah, begitu rupanya.hehe. Aku lupa kalau kau itu seorang aktor.” cengirnya pelan

“Wah kau cepat sekali lupanya eoh? Dasar pikun.”

“Aish kau ini.”

“Haha, kalian ini lucu. Kenapa kalian bisa jadi sepasang kekasih nyata padahal kalian sering bertengkar seperti itu?”

“Bukannya tadi aku sudah mengatakannya di konferensi pers tadi? Karena dia adalah half apple-ku.”

“Ne, arra.. eomma arra.. kau sudah mengatakannya berkali-kali tadi di acara mu itu. Haha”

“Jadi kapan kalian memutuskan untuk menikah?”

-Kim So Eun POV-

“Jadi kapan kalian memutuskan untuk menikah?” tanya appa nya Kim Bum membuatku terkejut, menikah? Bahkan aku dan dia baru memulai nya hari ini, bagaimana bisa langsung membicarakan hal itu?

“Ng..itu..” ucapku gugup, tidak bukan gugup karena malu tapi gugup karena tak tahu mau menjawab apa

“Kami akan menikah kalau appa nya So Eun sudah bersedia untuk menikahkan kami karena kemarin aku baru saja meminta restu padanya untuk merestui hubungan kami, tak mungkin aku meminta nya untuk merestui pernikahan kami secepat ini, dia pasti akan menolak, bukan begitu Eunnie?”

‘Eunnie? Dia memanggilku Eunnie? Seperti sudah berhubungan lama saja denganku. Tapi aku suka ^^ bahkan dia masih memikirkan appa ku, tapi kenapa dia tak memikirkan aku? Mungkin saja aku yang menolak, tak bersedia untuk menikah dengan nya. Tingkat kepercayaan dirinya kambuh lagi.’

 

“Kau pasti tak kan menolakku kan kalau aku melamarmu?” tanyanya seakan bisa membaca pikiranku

“Kalau aku menolakmu bagaimana?” seketika ku lihat wajahnya berubah 100% dari wajah ceria tadi langsung berubah masam.

“Itu berarti kau tak ingin menikah dengan ku?”

“Hm…” aku mengangguk kan kepala ku

“Jinjja?” dia menatapku seolah tak percaya

“Ne.”

“Untuk sekarang aku memang tak ingin menikah dengan mu, tapi mungkin kau bisa merubah pendapat ku suatu hari nanti.”

“Itu berarti maksudmu memang untuk sekarang kau belum mau menikah denganku dengan maksud kau belum siap? Baiklah aku akan mengubah pendapatmu suatu hari nanti dan secepat mungkin.” Katanya tersenyum penuh arti.

“Ya sudah mari kita makan malam dulu.” Ajak eomma nya sambil menggandeng tanganku layaknya menggandeng tangan anaknya sendiri.

*

“Eomma, appa, aku antar So Eun pulang dulu ya, seperti nya sudah sangat larut, takutnya appa nya menjadi elfeel dengan ku kalau aku tak segera membawa pulang anaknya.” Ucapnya sembari bercanda kecil

“Baiklah. Hati-hati di jalan.”

“Ne.”

“Annyeong ahjumma, ahjussi.”

“Ne, lain kali jangan lupa main ke rumah lagi.”

“Ne. Annyeong”

“Kau yakin tak ingin menikah dengan ku sekarang? Aku bisa saja meminta restu pada appa mu untuk ke dua kalinya.”

“Tidak perlu, bukannya kau sendiri yang bilang kalau kau meminta restu pada appa ku sekarang pasti dia akan menolak, kau kan baru kemarin meminta restu pada appa ku untuk mulai menjalani hubungan dengan ku, tak mungkin dia akan merestui kita sampai ke jenjang pernikahan kalau dia belum mengenal mu dengan baik.”

“Arra. Baiklah aku akan menunggu, menunggu agar half apple-ku kembali bersatu dengan half apple yang ada dalam tubuhku.” Ucapnya ceria

“Bersabarlah untuk menunggu.”

“Ne. Itu sudah pasti.”

Drrrrtt..

 

Drrrrtt..

 

Drrrrtt..

 

“Eunnie, ponselmu sepertinya bergetar.”

“Benarkah?” kataku sambil mengecek handphone ku yang ku masukkan ke dalam tas kecil ku.

“Yoboseo?” kudengar suara di sebrang sana seperti suara seorang namja.

“Ne yoboseo, nuguya?”

“Ini aku, Kyu.”

“Oh. Oppa.. waegeure? Apa kau sedang free sehingga bisa meneleponku?”

“Ne, aku sedang tak ada kerjaan. Eh, aku dengar kau hari ini resmi berpacaran dengan aktor itu?”

“Maksudmu Kim Bum? Oppa juga tahu hal ini? Wah sepertinya aku langsung jadi terkenal ya? Haha.” Gurauku

“Tentu saja aku tahu, beritanya sudah tersebar kemana-mana. Itu berarti aku sudah telat ya?”

“Apa maksud oppa? Telat apa?”

“Telat untuk menyatakan perasaan ku padamu.”

“Haha. Kau jangan bercanda oppa.”

“Aku serius.”

“Tapi sayangnya aku sudah memilihnya terlebih dahulu, hehe. Kau jangan marah, ok?” kataku sambil melirik ke arah Kim Bum yang masih sibuk mengendarai mobil sambil sekali-kali melirikku yang sedang bertelepon ria dengan seseorang di sebrang sana yang tak lain tak bukan adalah Kyu oppa.

“Tentu saja maka dari itu aku bilang kalau aku telah telat.”

“Mian.”

“Tak apa, salahku juga tak pernah melihat keberadaan mu dari dulu, apa sebelum kau menerima nya kau pernah menyukaiku?”

“Tentu saja, aku pernah menyukaimu oppa.” Kulihat Kim Bum langsung menoleh ke arah ku karena kau menyebutkan kalimat itu.

“Tapi aku menyukaimu hanya sebagai seorang idol dan sebagai sosok oppa. Sekali lagi mian.”

“Ah, tak apa, kau tak perlu meminta maaf seperti itu. Ini salahku bukan salahmu, haha. Apa kau sedang bersamanya?”

“Hm. Ini kami sedang di jalan ingin pulang.”

“Ya sudah, berhati-hatilah.”

“Ne, annyeong.”

“Annyeong.”

TIT.. TIT..

Sambungan terputus.

“Siapa?” tanyanya sambil terus menatap lurus ke jalanan.

“Kyu oppa. Apa kau tahu kalau ternyata dia juga menyukaiku?” ku lihat Kim Bum hanya diam

“Beruntungnya aku di sukai dua namja populer, satunya penyanyi satunya aktor, haha.”

“Ya! Aku juga seorang penyanyi sebenarnya, tapi aku lebih banyak ke akting, jadi jangan remehkan kemampuanku, aku bahkan lebih hebat darinya.”

“Dia juga bisa akting kok, buktinya Kyu oppa sering mengikuti drama musical. Kurasa kalian sama hebatnya.” Kataku membela Kyu  oppa

“Tidak. Bahkan aku lebih hebat darinya.”

“Cih, tingkat kepercayaan dirimu kambuh lagi Tuan Kim Sang Bum.”

“Tentu saja, kau mau tahu aku lebih hebat dari nya karena apa?” dia melirikku sekilas kemudian menatap lurus lagi ke depan

“Apa?”

“Karena aku mempunyai mu dan karena kau adalah half apple-ku.” Kulihat dia tersenyum pulas setelah mengatakan hal itu.

“Sudah sampai. Perlu aku antar ke dalam?”

“Tidak perlu, nanti jika kau mengantar ku ke dalam bisa-bisa kau tak pulang karena di interogasi terus-terusan oleh appa ku.”

“Arraseo.”

“Jalja.” Ucapku kemudian hendak berjalan masuk ke dalam rumah

“Kim So Eun..” aku menoleh ke belakang kembali menghadap padanya dan menghentikan langkahku

“Hm?”

“Saranghae.” Ucapnya pelan namun masih bisa ku dengar jelas. Dia mendekatkan tubuhnya padaku,

berusaha medekatkan wajah kami.

‘OMO.. Apa dia akan menciumku?’ batinku gelisah, aku berusaha menutup mataku, perlahan tapi pasti aku merasakan bibirnya mendarat pada wajahku, tapi bukan pada bibirku melainkan pada keningku.

“Jalja.” Ucapnya sembari tersenyum setelah melepaskan ciuman nya di kening ku. Sedang aku masih menatapnya dengan tatapan kaget mungkin?

“Ciuman di kening lebih tulus daripada di bibir, kalau kau ingin merasakannya di bibir lebih baik kau segera merubah keputusanmu untuk menolak ku dan segera putuskan tanggal berapa pernikahan kita akan di laksanakan.” Katanya sembari tersenyum menahan tawa

“Kau!” aku mendelik kesal ke arahnya, tapi yang di katakannya benar juga sih.

“Ya sudah masuk lah, nanti appa mu menunggu terlalu lama.”

“Ne, annyeong.” Ucapku sambil melambaikan tanganku.

“Jangan lupa memimpikan Kim Sang Bum calon suami mu. Oke?”

“Aku tak mau, kenapa tak kau suruh arwahmu yang tertidur itu saja untuk menyapaku dalam alam mimpi?”

“Tenang saja pasti aku akan menyuruhnya untuk menemui mu di alam mimpi nanti. Sudah lah masuklah, aku tak ingin calon mertua ku cemas menanti kepulangan anaknya. Good night, Wo de helf apple.” Ucapnya dengan aksen campuran Korea, Inggris dan Mandarin membuatku mau tak mau terus melengkungkan bibirku ke atas membentuk sebuah senyuman.

“Ne.”

END

 

^Gaje kah endingnya? Kurasa iya -_- tapi kuharap mates pada suka ya.. jangan lupa RCL nya, sekalipun kritik pedas gak apa apa malah aku senang tapi asal jangan ngbash aja.haha

Sebenarnya aku tak begitu tergila – gila dengan namja bernama Kim Sang Bum ini, karena aku lebih tergila – gila dengan sahabatnya si Il Woo.. ^^ begitu juga dengan So Eun unni, sebenarnya aku biasa saja dengan Sso unni, bahkan mungkin bisa di bilang aku hanya sekedar suka dengannya, soalnya yang aku idolakan idol yeojanya itu hanya satu orang dari dulu hingga kini yaitu Yoon Eun Hye unni, tapi entah kenapa setiap mau membuat ff atau membaca ff sepertinya dalam otakku hanya ada mereka si BumSso yang cocok untuk menjadi tokoh utama nya. #mian curcol dikit hehe ^^

 

Ya udah itu aja sedikit cuap-cuap dariku, jangan lupa ya RCL nya, jangan Cuma di baca dan di like aja tanpa koment apa-apa. Ok?^

FF : Wo de half apple

Tittle                    : Wo de half apple

Author                  : Kang Yong Ri aka Serly Rusadi

Cast                       :

–          Kim Sang Bum

–          Kim So Eun

Length                  : Two Shoot

Karena ff kemarin blm bisa di selesaikan sebagai gantinya aku keluarin ff baru dan ini sudah ak ketik smpe tamat kok, jd tinggal di post aja. buat ff yg blm siap di harap tunggu aja ya ^^

***

Seorang yeoja berambut panjang, sedikit bergelombang tergerai memakai baju kemeja berwarna biru dengan dalaman berwarna putih dan di padukan dengan celana jeans sedang terlihat berdiri di barisannya untuk mengantri. Mengantri? Tentu saja bukan mengantri untuk membeli makanan, tetapi sedang mengantri untuk berjabat tangan dengan para idola nya serta untuk mendapatkan tanda tangan idolanya. SUPER JUNIOR.

Bahkan tak hanya kali ini saja yeoja tersebut tahan ikut berdiri untuk mengantri karena dia memang selalu ikut berpartisipasi dalam menghadiri acara-acara seperti itu, mungkin bisa di bilang dia selalu menghadiri acara yang di adakan idolanya seperti super show, fansign, acara rekaman atau pun hal lainnya di mana setiap kegiatan itu di dalamnya terdapat idolanya. Tidak, yeoja ini bukan stalker, dia hanya tergila-gila dengan mereka, SUPER JUNIOR, tapi dia bukan seorang penguntit, kalau penguntit itu tidak hanya rela menghabiskan uangnya demi sang idola tapi penguntit itu juga akan mengganggu kehidupan pribadi idola tersebut seperti mengikuti idolanya sampai ke dorm mereka atau bahkan saat idola nya sedang berada di dalam toilet sekalipun sang penguntit pasti akan mengikutinya hingga mengakibatkan idola tersebut terganggu, tapi hal ini berbeda, yeoja ini berbeda dengan kata stalker, dia memang fans berat dengan SUPER JUNIOR tapi tidak sampai ke tahap sebagai seorang STALKER.

“Siapa namamu?” tanya Kyuhyun kepada yeoja yang sedang berdiri di hadapannya yang termasuk salah satu dari fansnya dengan kepala menunduk karena sedang mengambil spidol dan foto dirinya untuk di berikan pada yeoja tersebut.

“Kim So Eun.”

“Kim So Eun?” Kyu mengangkat kepala menatap yeoja tersebut

“Ne.”

‘Seperti nya aku mengenal nama ini.’ Gumam nya dalam hati

“Igeo, sudah ku tanda tangani.” Kata Kyuhyun sambil menyodorkan foto yang sudah berisi tanda tangannya.

“Ne, gamsahamnida oppa.” Kata yeoja bernama Kim So Eun itu tersenyum sambil mengambil fot o tersebut.

“Chakkaman.” Tahan Kyu saat So Eun ingin beranjak pergi dari barisannya.

“Waeyo oppa?”

“Kau anaknya ahjussi Kim Tae Kyung? Tetanggaku 12 tahun lalu?”

Bukannya menjawab, So Eun hanya tersenyum dan hanya dengan senyuman itu Kyu pun sudah mengetahui jawabannya.

“Kau termasuk E.L.F? Dan kau SPARKYU?”

“Tentu saja, kalau aku bukan E.L.F, tak mungkin aku ingin berpanas-panasan di sini hanya untuk mengantri mendapatkan foto dan tanda tanganmu dan kalau aku bukan SPARKYU tak mungkin sekarang aku berdiri di barisanmu.” Jawab So Eun dengan senyuman indahnya

“Oh, beruntungnya aku memiliki seorang fans seperti mu, tapi kenapa aku baru melihatmu hari ini? Apa kau baru-baru ini menjadi E.L.F?”

“Anio, aku sudah lama menjadi E.L.F, sudah sejak kalian debut dan bahkan setiap kalian mengadakan fansign, super show, rekaman ataupun mengadakan konferensi pers yang memperbolehkan fans untuk hadir di dalamnya pasti aku selalu datang hanya saja mungkin oppa terlalu lelah jadi tak menyadari kehadiranku, atau mungkin aku mengira oppa sudah tak mengenal ku lagi?”

“Ani, aku tak mungkin lupa dengan mu, mungkin yang kau bilang itu benar kalau aku yang terlalu kelelahan jadi tak menyadari kehadiranmu, mian.”

“Untuk apa meminta maaf, itu hal biasa. Ya sudah aku duluan oppa, kau lihat di belakang masih banyak SPARKYU-mu yang sedang mengantri.”

“Tunggu dulu, berikan nomor handphone mu, supaya nanti jika aku ada waktu luang aku bisa bertemu dengan ahjussi dan ahjumma.”

“Ne.” So Eun pun menuliskan nomor handphone nya di secarik kertas.

“Aku duluan oppa.”

“Ne, hati-hati.”

***

– Kim So Eun POV –

 

Akhirnya aku mendapatkan lagi satu foto Kyuhyun oppa beserta tanda tangannya, haha, beruntung sekali selama aku menjadi E.L.F aku selalu bisa menghadiri fansign mereka bahkan konser-konser mereka bisa ku kunjungi, tapi.. aku tak yakin setelah ini apakah aku masih bisa pergi ke fansign mereka, konser mereka atau pun membeli album mereka dan sebagainya, karena appa sudah mengetahuinya , ya selama ini jika aku ingin menemui mereka pasti aku selalu mencari alasan untuk ku jelaskan pada appa dan jika aku ingin membeli segala stuff yang berhubungan dengan Super Junior pasti aku selalu diam-diam dan kemarin malam appa memarahi ku habis-habisan karena dia menemukan semua barang-barang yang ada sangkutpaut nya dengan idola ku, bisa di bayangkan aku menghabiskan sangat banyak uang hanya untuk hal-hal seperti itu, bahkan sekarang aku sudah tak di izin kan untuk pergi kemana-mana lagi selain pergi ke kampus. Hari ini saja aku masih nekat pergi secara diam-diam agar tak di ketahui appa. Oh GOD.. Ku mohon jangan sampai appa mengetahui bahwa aku kabur dari rumah untuk beberapa jam demi Super Junior.

“Jeosonghamnida.” Ucap seorang namja yang baru saja menabrakku, tapi tatapannya sangat aneh setelah melihat wajahku, bahkan dia melihatku dari atas hingga ke bawah dan di ulang lagi dari bawah hingga ke atas, memang nya kenapa dengan ku? Hey, ayolah! Aku bukan hantu yang tak bisa menginjakkan kaki ku di lantai.

“Kim Bum-ssi bisakah kau jelaskan kenapa kau berlari dari kami para netizen? Apa kah yang kami duga itu sebuah fakta?” tiba-tiba saja ku lihat segerombolan netizen itu sudah mengerubungi ku dan namja bernama Kim Bum ini, ah ternyata dia seseorang yang terkenal di dunia hiburan, aktor kah? Pantas saja sepertinya aku pernah melihat namja ini.

“Anio, aku hanya ingin bermain dengan kalian, rupanya kalian cepat juga ya bisa mengejar ku, haha.” Ku lihat dia sedang tertawa garing?

“Hm, sebenarnya aku memang sudah mempunyai yeojachingu tapi bukan Park Shin Hye, sebenarnya.. Hm.. Yeojachingu ku sebenarnya ada di hadapan kalian sekarang ini.”

Apa maksudnya? Kenapa para netizen itu berbondong-bondong melihat kearah ku? Apa yang dia maksud itu AKU?

“Aku?” kataku sambil mengangkat jari telunjuk yang ku tujukan kepada diriku sendiri dengan tatapan bingung.

“Ne, yeorobun.. Perkenalkan, dia yeojachingu ku. Hm, kalian sudah mengetahui siapa yeojachingu ku kan? Jadi bisakah kalian memberi kami waktu berdua? Yeojachingu ku ini sangat terganggu jika di kerumuni para netizen seperti sekarang ini. Jeoseonghamnida, jeongmal jeosonghamnida, lain waktu akan ku jelaskan lebih banyak. Gamsahamnida.” Kata namja yang mengaku namjachingu ku itu sambil menarik tanganku untuk menjauh dari netizen itu.

“Sudah bisa kau lepaskan tanganku?” tanya ku yang lebih menitikberatkan ke perintah dari pada  sekedar bertanya.

“Ah, mian.”

“Kau seorang artis?”

“Seperti yang kau lihat.”

“Kenapa kau mengatakan pada netizen itu kalau aku ini yeojachingu mu?”

“Kau tak suka? Seharusnya kau senang karena seorang Kim Sang Bum sudah mengakui dirimu sebagai yeojachingu nya.” Kata nya dengan nada sombong.

“Cih, siapa juga yang senang, kalau Kyu oppa yang bilang seperti itu baru aku akan senang hingga rasanya akan mati.” Gumam ku pelan.

“Kau bilang apa?”

“Anio, tidak ada apa-apa.” Kataku sambil melangkahkan kakiku.

“Kau ingin kemana?”

“Pulang, memangnya mau kemana lagi.”

“ Tunggu dulu.”

“Mwo?”

“Bisa tolong aku?”

“Menolongmu?”

Dia menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis

“Bisakah kita ke cafe itu sebentar? Lebih baik kita membicarakannya di sana.”

“Baiklah.”

Kami pun memasuki cafe itu sambil memesan minuman.

“Namamu siapa?”

“Kim So Eun.”

“Hm.. Kim So Eun-ssi, karena tadi aku sudah terlanjur bilang kepada netizen itu kalau kau yeojachingu ku, bisakah kau menolongku untuk berpura-pura menjadi yeojachingu ku di depan publik?”

“Ne? Apa kau gila? Berpura-pura depan publik?” kurasa namja ini benar-benar aneh, tidak, bukan hanya aneh, tapi dia sudah gila. Mengajukan permohonan pada yeoja yang baru di temuinya dengan meminta yeoja itu untuk berpura-pura menjadi yeojachingu nya? Di depan publik pula? Apa dia berusaha untuk membohongi semua orang?

“Enak saja bilang aku gila, aku masih sehat kok, hanya saja itu satu-satunya jalan keluar untuk menutupi masalahku.”

“Masalahmu? Ah untuk menutupi masalahmu dengan yeoja bernama Park Shin Hye itu?” tebak ku dengan tatapan tajam, tunggu, tatapan tajam? Sepertinya aku merasa kesal saat mulutku sendiri menyebutkan nama Park Shin Hye itu, ada apa ini?

“Anio, bukan dengan nya tapi masalah dengan orangtua ku.”

“Oh. Memangnya kau memiliki masalah apa dengan orangtua mu?” entah mengapa aku merasa tertarik dengan masalahnya.

“Aku selalu di jodohkan, bahkan hampir di jodohkan dengan yeoja bernama Park Shin Hye itu, tapi aku tidak mau, entah lah, entah tidak mau atau belum mau, atau sedang menunggu seseorang lebih tepatnya. Terdengar konyol, tapi itulah kenyataannya.”

“Lalu?”

“Dengan kau membantu ku berpura-pura  menjadi yeojachingu ku, mungkin saja orangtua ku akan berhenti menjodohkan ku.”

“Jadi bagaimana?” sambungnya

“Apanya?”

“Apa kau mau menolongku?”

“Memangnya kenapa aku harus menolongmu? Dan apa balasan yang ku dapatkan kalau aku menolongmu?”

“Sudah ku katakan tadi kalau aku sudah terlanjur mengatakan pada para netizen kalau kau itu yeojachingu ku, kalau aku tak bersama mu di konferensi pers yang harus ku hadiri besok bisa-bisa gosip baru bermunculan lagi, mereka akan mengatakan kalau kita sudah putus padahal baru hari ini aku mengumumkan kalau kau itu yeojachingu ku, apa yang akan mereka pikirkan nanti? Bisa-bisa mereka memikirkan hal aneh-aneh.”

“Kau benar, itu lah sifat para netizen. Lalu apa yang akan ku dapatkan kalau aku menolongmu?”

Dia terdiam sejenak sambil memandang foto Kyuhyun oppa yang dari tadi ku pegang

“Kau boleh membeli album-album mereka, merchandise yang ada hubungannya dengan mereka dengan uangku, bahkan kalau kau ingin menonton konser mereka, aku akan membelikan tiket nya padamu.”

“Jeongmalyo? Kau tak bercanda?” tanya ku kegirangan

“Ne, aku serius, tapi dengan beberapa syarat.”

“Syarat? Apa?”

“Pertama, kau harus mau menyetujui untuk menjadi yeojachingu ku.” Kutatap matanya tajam

“Hanya berpura-pura di depan publik saja, tapi kalau sudah jauh dari publik kita boleh seperti orang asing.” Lanjutnya

“Baiklah aku setuju. Tapi kita akan berakting hingga kapan?”

“Tergantung situasi. Eh tunggu dulu, katamu kita berakting? Memangnya kita sedang memainkan sebuah drama?” kata Kim Bum sambil terkekeh pelan

“Tentu saja kita berakting, bukannya itu yang kau mau? Kita berpura-pura di depan publik sebagai sepasang kekasih, apa itu bukan akting namanya?”

“Hm, kau benar juga.”

“Memang aku benar, kau itu yang bodoh, itu kalau bukan namanya berakting memang apa lagi. Dasar aneh.”

“Ya, ya terserah apa katamu.”

“Tapi kita hanya berpura-pura menjadi sepasang kekasih di depan publik saja kan? Tidak sampai ke masalah serius seperti pernikahan kontrak atau semacamnya?” tanyaku dengan tampang polos

“Pernikahan kontrak?” tanya Kim Bum dengan kening berkerut, mungkin tak sedikitpun pemikirannya tertuju ke pernikahan apalagi pernikahan kontrak

“Iya, seperti di drama-drama, kau tak mungkin mengajukan pernikahan kontrak padaku kan suatu saat nanti? Kalau pun kau mengajukannya padaku dengan imbalan apa pun aku tak akan pernah menyetujuinya, pernikahan itu bukan untuk di permainkan.”

“Tentu saja aku tak mungkin  mengajukan pernikahan kontrak padamu, kau fikir aku mau mempermainkan sebuah pernikahan? Kau itu terlalu berlebihan makanya jangan menonton drama terus, sekali-kali harus menonton berita.” Katanya sambil terus menatapku

‘Tentu, tentu saja aku tak mungkin mengajukan pernikahan kontrak, kalau pun aku mengajukan sesuatu padamu, itu bukan pernikahan kontrak melainkan pernikahan asli.’ Kata Kim Bum dalam hati sambil terus menatap So Eun dengan tatapan mendalam

“Ah, ada lagi.”

“Apa?”

“Aku akan memberikanmu tiket gratis kalau kau ingin menonton konser mereka tapi kau hanya boleh menonton konser mereka dengan ku, agar jika ada netizen di sana yang melihat mu tidak curiga, kalau kau pergi sendirian bisa-bisa mereka memunculkan gosip baru, bisa jadi mereka memunculkan gosip kalau ‘YEOJACHINGU nya Kim Sang Bum berselingkuh dengan Cho Kyuhyun magnae dari Super Junior’ atau ‘Kim Sang Bum menelantarkan pacarnya sendirian yang sedang menonton konser idolanya’ atau mungkin juga ‘Kim Sang Bum sedang berselisih dengan yeojachingu nya sehingga dia membiarkan yeojachingu nya menonton konser sendiran’. Apa kau mau gosip baru bermunculan nantinya?”

“Itu berarti maksudmu, aku tak boleh menonton sendirian?” Dia hanya mengangguk kan kepalanya

“Lalu bagaimana jika kau sedang sibuk saat mereka mengadakan konser? Itu sama saja dengan bohong, aku tak bisa menonton mereka?”

“Kau tenang saja, kau kan bisa mengatakan padaku kalau mereka akan mengadakan konser jauh dari hari sebelum mereka mengadakan konser, sehingga aku bisa mencocokkan dengan jadwalku, kalau saat itu aku juga sedang ada jadwal, aku bisa menundanya, itu masalah gampang.”

“Benarkah?”

“Ne, kau percaya saja padaku.” Percaya padanya? Dia memintaku untuk percaya padanya yang baru saja kutemui beberapa menit yang lalu?

“Baiklah. Apa ada lagi syaratnya?”

“Syarat terakhir, kau tak boleh terlalu memperlihatkan sikapmu yang seolah-olah sangat menyukai Cho Kyuhyun di depan netizen apalagi saat berada dekatku. Kau harus jaga sikapmu saat bertemu idolamu itu.”

“Ck.” Desis ku pelan

“Kenapa? Kau tak bisa jaga sikap?”

“Tanpa kau suruh pun aku selalu menjaga sikapku di depan Kyuhyun. Jadi kau tak perlu khawatir.”

“Bagus kalau begitu.” Katanya sambil meminum  minumannya

“Kalau kau setuju untuk membantu ku sebaiknya kita tulis dulu perjanjian yang telah kita buat tadi di sebuah kertas, supaya ada bukti.” Katanya sambil memanggil pelayan dan meminta kertas serta meminjam bolpoin

‘Dasar, namja aneh, kenapa harus menulis surat perjanjian segala?’ batinku

“Ini, tanda tangani.”

“Haruskah?”

“Tentu saja, kalau nanti tiba-tiba kau berubah pikiran untuk tak membantu ku bagaimana dengan nasibku selanjutnya?”

“Itu urusanmu, bukan urusan ku.” Kataku cuek

“Ck! Kau itu. Sudah lah tanda tangani saja, tapi sebelum kau menandatangani nya sebaiknya kau membacanya dulu dengan teliti. Agar nantinya aku tak di bilang sedang memanfaatkanmu.”

“Aku tahu, tak perlu kau ajarkan. Lagi pula kau memang sedang memanfaatkanku.”  Dia mendelik ke arah ku

“Tapi tak apa, karena aku juga sedang memanfaatkanmu untuk mendapatkan hal-hal gratis.” Sambungku sambil membaca surat perjanjian ini.

‘Kim So Eun berjanji untuk membantu Kim Sang Bum dengan berpura-pura sebagai yeojachingu nya Kim Bum dalam waktu yang tak bisa di tentukan tergantung keadaan. Sebagai balasannya, Kim Bum akan membelikan album-album Super Junior yang Kim So Eun suka secara gratis ataupun merchandise yang ada sangkutpautnya dengan idola So Eun itu, termasuk membelikan tiket konser tapi dengan beberapa syarat, pertama Kim So Eun harus berpura-pura sebagai yeojachingu nya Kim Bum, baik di depan publik maupun di depan orangtua Kim Bum, kedua setiap kali Kim So Eun ingin menonton konser harus selalu bersama Kim Bum agar tak ada gosip aneh yang merebak dan terakhir Kim So Eun tak boleh terlalu menampakkan sikap sukanya terhadap idola nya secara berlebihan di hadapan netizen apalagi saat berada dengan Kim Bum karena hal itu juga bisa mengundang gosip yang aneh-aneh, kalau sampai Kim So Eun melanggar salah satu dari tiga perjanjian ini, Kim Sang Bum tak akan memberikan album, merchandise bahkan tiket sebagai balasan seperti yang sudah di janjikan di atas.’ Bacaku dalam hati dengan sangat teliti, tapi kenapa sepertinya di sini lebih menitikberatkan aku daripada dia?

“Sepertinya surat perjanjian ini harus di tambah.” Kataku sambil mengambil bolpoin yang masih di pegang Kim Bum

“Ditambah? Apa yang kurang?” tanyanya bingung, namun aku tak menjawab pertanyaannya, aku lebih memilih asyik dengan bolpoin dan kertas ini, menambahkan beberapa persyaratan yang tentunya lebih menitikberatkan padanya jika dia melanggar perjanjian ini

‘Dan jika Kim Sang Bum melanggar janjinya kepada So Eun untuk membelikan album, merchandise bahkan tiket konser kepada So Eun maka So Eun tak akan segan-segan mengatakan kepada para netizen bahwa dia dan Kim Sang Bum hanya berpura-pura sebagai sepasang kekasih bahkan tak hanya para netizen yang akan mengetahui rahasia mereka, orangtua Kim Bum pun akan mengetahuinya lebih dulu bahkan secara langsung dari mulut Kim So Eun dengan alasan bahwa Kim Bum yang memaksa Kim So Eun untuk melakukan rekayasa itu meskipun Kim So Eun sudah menolak mati-matian tapi tetap saja Kim Sang Bum terus memaksa dan tentunya setelah para netizen dan orangtua Kim Bum mengetahui hal rekayasa ini Kim Bum tetap harus mengganti rugi, dia harus tetap membelikan album, merchandise dan tiket konser untuk So Eun, bahkan dua kali lipat. Kemudian, tidak hanya Kim So Eun yang harus jaga sikap di hadapan idola yang sangat dia sukai, bahkan Kim Bum pun harus menjaga sikapnya, tidak boleh terlalu mesra dengan yeoja lain selain Kim So Eun yang sudah menyandang status sebagai yeojachingu nya Kim Bum walau itu hanya sebuah perjanjian agar tak muncul gosip yang tak enak, tak boleh ada gosip kalau Kim Bum berdekatan dengan yeoja lain karena dalam perjanjian ini Kim Bum sudah memiliki yeojachingu, jika sampai hal itu terjadi, Kim So Eun tak ingin mengambil pusing masalah ini, Kim Bum yang harus menyelesaikan gosip tersebut tanpa harus mencelakakan Kim So Eun dan menyeret-nyeret nama Kim So Eun dengan hal-hal yang buruk dan hal terakhir, tak boleh sampai ada perjanjian pernikahan kontrak, siapa yang mengajukan pernikahan kontrak maka dia harus di denda senilai 10juta won.’

 

“Itu yang ingin kau tambah?” tanya Kim Bum setelah dia membaca habis surat perjanjian itu

“Ne, tak ada masalah bukan?”

“Tentu, mari kita tanda tangani ini.” Katanya sambil tersenyum manis. Manis? Sepertinya kau sudah gila Kim So Eun..

“By the way, memangnya kau sudah lama ya menyukainya?”

“Siapa?”

“Idola mu. Kau sudah lama menyukai idolamu?”

“Tentu saja.” Kataku bangga

“Bahkan dari sejak sebelum dia debut saja aku sudah sangat menyukainya.” Kataku sambil terus membayangkan wajah Kyuhyun oppa

“Sebelum debut?”

“Ne, dia itu dulu tetangga ku waktu kecil, sejak kecil aku sudah sangat menyukainya, bahkan saat aku tahu dia menjadi seorang anggota dari boyband bernama Super Junior itu aku tak pernah melewatkan segala info tentangnya.”

“Sudah sangat menyukainya?”

“Iya, kalau aku tak menyukainya kenapa juga aku menjadi fans nya sampai sekarang.”

“Menyukai dalam arti apa?” tanyanya tajam

“Maksud mu?”

“Kau menyukainya dalam arti apa? Kau menyukainya sebagai seorang idola atau menyukainya sebagai seorang namja?” tanyanya dengan suara yang sedikit berteriak. Berteriak? Apa dia sedang berteriak padaku?

-Kim Sang Bum POV-

Dia sama. Sama seperti tipe ku yang selama ini ku cari. Akhirnya aku menemukannya.

“Ne, dia itu dulu tetangga ku waktu kecil, sejak kecil aku sudah sangat menyukainya, bahkan saat aku tahu dia menjadi seorang anggota dari boyband bernama Super Junior itu aku tak pernah melewatkan segala info tentangnya.”

‘Sejak kecil dia sudah sangat menyukai Cho Kyuhyun itu?’ entah kenapa ketika dia berkata seperti itu aku merasa darah ku mendidih, tanpa ku sadari tangan ku mengepal kuat, rasanya ingin meninju apa saja yang bisa ku tinju. Entah lah, aku sendiri tidak tahu apa yang terjadi dengan ku, marah? Atau mungkin aku cemburu pada penyanyi bernama Cho Kyuhyun itu? Cemburu? Ya, sepertinya aku cemburu. Cemburu karena dia, tipe ku sudah menyukai orang lain.

“Kau menyukainya dalam arti apa? Kau menyukainya sebagai seorang idola atau menyukainya sebagai seorang namja?” tanyaku dengan sedikit berteriak. Sedikit? Entah lah, mungkin aku benar-benar sudah berteriak padanya. Dia hanya menatapku heran.

“Ah. Mian, aku lepas kendali, bukan maksudku untuk berteriak padamu.”

“Kau cemburu?”

“Ne?”

“Kau cemburu karena aku sangat menyukai idolaku itu?”

“Kenapa kau bertanya seperti itu?”

“Tidak ada, harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu, kenapa kau bertanya dengan nada berteriak? Aku menyukainya sebagai seorang idola atau sebagai seorang namja sepertinya itu bukan urusanmu.”

“Kalau aku cemburu lalu kau akan menjawab apa? Tak ada salahnya kan kalau aku cemburu? Sudah lah jawab saja pertanyaan ku tadi, kau menyukainya dalam arti apa? Idola atau namja?” kataku

dengan terus menatap manik matanya, dia balas menatapku lalu tersenyum tak berapa lama. Tersenyum? Aigo.. aku tak bisa menebak pemikiran yeoja yang ada di hadapanku saat ini.

“Sudah ku duga, kau cemburu padanya.”

“Hm. Sepertinya aku juga tak tahu menganggapnya sebagai idola atau namja, atau bahkan kedua-duanya. Entahlah, aku sendiri tak tahu, bagaimana bisa aku menjawab pertanyaan mu jika aku sendiri tak tahu jawabannya.”

“Kenapa tak tahu?”

“Aku memang tak tahu, mau bagaimana lagi?”

“Kurasa kau menyukainya sebagai seorang namja.” Ucapku dengan wajah lesu

“Darimana kau tahu?” tanyanya dengan mimik wajah yang heran

“Kau bahkan tak pernah melihat sikapku saat bertemu dengan nya, bagaimana bisa kau menyimpulkan kalau aku menyukainya sebagai seorang namja?” katanya dengan sedikit kesal

“Kurasa aku hanya menyukainya sebagai seorang idola dan sebagai seorang oppa, seingatku dulu waktu aku kecil aku sangat menginginkan seorang oppa yang bisa melindungiku dari siapa saja, apa saja dan kapan saja tapi itu hal mustahil karena kenyataannya aku anak tunggal, setelah itu keluarga Kyu oppa pindah ke sebelah rumahku, sikapnya benar-benar menunjukkan sikap seorang adik dan kakak yang selalu siap melindungi orang lain yang memerlukan pertolongan, tak hanya melindungi Ahra unni saja, dia bahkan selalu siap melindungi ku yang notaben bukan saudara kandungnya. Bahkan aku tahu kalau dia memiliki suara yang sangat khas, aku sangat menyukai suara khasnya itu makanya aku sangat mengidolakannya, dari kecil dia selalu suka bernyanyi dan orang satu-satunya yang selalu mendengarkan nyanyiannya hanya aku karena waktu itu appa nya melarangnya untuk mewujudkan impiannya sebagai seorang penyanyi. Sehingga dia tak pernah bernyanyi di hadapan appa nya atau mungkin di hadapan eomma dan noona nya, katanya hanya aku seorang yang mendengarkan suaranya saat itu, bersyukur sekarang hati appa nya telah lunak, telah mengizinkannya untuk menjadi penyanyi sehingga sekarang banyak orang yang bisa mendengar suara khasnya itu. Ya, sepertinya begitu yang kurasakan, sepertinya aku hanya menganggapnya sebagai oppa dan idola, tak lebih. Jadi kau jangan berpikir berlebihan.” Katanya panjang lebar mencoba untuk menjelaskan apa yang dia rasakan pada orang bernama Cho Kyuhyun itu. Aku terdiam sesaat.

“Kenapa kau menjelaskan hal itu secara panjang lebar padaku?”

“Karena kau yang memintaku untuk menjelaskannya secara rinci, ya walaupun kau tak memintanya secara langsung tapi dengan pertanyaan mu tadi sudah cukup memberitahu ku untuk menjelaskannya secara rinci, jadi jangan berpikir yang tidak-tidak.”

“Kau benar-benar tak menyukainya sebagai seorang namja kan? Tak lebih dari idola dan oppa?” tanyaku sambil terus menatap manik matanya yang hitam seoalah mencari jawaban pasti di sana

“Kenapa bertanya ulang lagi? Bukannya sudah jelas?”

“Baiklah aku sudah mengerti. Berikan handphone mu.”

“Untuk apa?”

“Berikan saja, nanti juga kau akan tahu.” Dia menyodorkan handphonenya padaku dengan kening masih berkerut

“Kau itu sungguh namja yang aneh.” Gerutunya pelan namun masih terdengar jelas olehku

“Ini, di dalamnya sudah ada nomor ku dan beberapa fotoku, aku juga sudah mengambil beberapa fotomu untuk di kirimkan ke handphone ku, jadi kita impas.”

“Kenapa kau melakukannya?”

“Apa?”

“Kenapa kau mengambil fotoku dan menukar fotomu lalu memasang fotomu menjadi wallpaper handphone ku? Kenapa kau asal mengganti wallpaperku?” katanya sambil menatap layar handphonenya yang sudah berubah wallpaper nya menjadi foto ku.

“Agar para netizen percaya kalau kita ini pasangan, pasangan tapi tak memiliki foto pasangan nya sendiri, itu terdengar lucu bukan? Dan soal wallpaper itu aku minta maaf kalau sudah asal menggantinya tanpa seizinmu, tapi tolong tetap pada wallpaper fotoku, jangan di ubah lagi.” Dia hanya diam sambil terus menatap handphone nya.

“Jangan terus memandangi aku yang ada dalam foto itu jika aslinya sedang berada di hadapanmu, kalau mau menatapku langsung menatapku yang asli, jangan menyiakan kesempatan itu” kekeh ku pelan

“Cih, percaya dirimu tinggi sekali Tuan Kim. Siapa juga yang memandangimu dalam foto.”

“Kalau kau bukan memandangi ku dalam foto itu lalu kau memandangi apa?”

“Koonie, kucing ku yang fotonya barusan kau ganti dengan fotomu. Dia terlihat sangat menyedihkan, fotonya di gantikan dengan foto seorang namja yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi.”

“Oh, sekali lagi maaf sudah menggantinya tanpa izin mu.”

“Sudah lah tak apa, lagipula kau hanya mengganti wallpaper saja bukannya menghapus foto koonie ku, kalau sampai kau menghapus foto koonie ku baru tak ku maafkan.”

“Kau sangat menyukai kucing?”

“Tentu.”

“Oh. Hm.. Kau sudah mau pulang? Rumahmu di mana? Biar aku yang antar pulang.”

“Baiklah, nanti akan ku tunjukkan.”

***

“Eomma, appa, aku ingin memberitahu sesuatu pada kalian.”

“Apa itu Bum?”

“Aku sudah memiliki yeojachingu, jadi aku harap kalian tak menjodohkan ku lagi, apalagi dengan yeoja bernama Park Shin Hye itu.” Tuturku dengan jelas

“Kau sudah memiliki yeojachingu? Sejak kapan dan siapa yeoja itu?” tanya eomma dengan mimik wajah yang kaget

“Tentu saja sudah, besok aku akan memperkenalkannya pada kalian.”

“Baiklah, kami tunggu kehadirannya.”

“Tapi kumohon kalian merestui hubungan kami.” Kataku memohon restu pada orangtuaku, ya walaupun sekarang status kami hanya pasangan pura-pura tapi setidaknya harus mendapatkan restu juga dari pihak orangtua bahkan tadi sejak aku mengantar So Eun pulang ke rumahnya aku langsung meminta restu pada appa nya So Eun, hingga membuat So Eun terkejut, tentu tidak mudah mendapatkan restu appanya, tapi setelah aku berbicara dengan penuh keyakinan akhirnya appanya merestui hubungan kami, semoga hubunganku dengan So Eun bisa menjadi kenyataan, aku harus segera menyatakan perasaanku padanya.

“Selagi perempuan itu orang baik-baik dan dari keluarga baik-baik tentu kami akan merestui hubungan kalian jika kau merasa bahagia dengannya.”

“Tentu saja aku bahagia dengan nya, baiklah besok aku akan mengantarkannya untuk menemui kalian. Selamat malam.” Kataku kemudian berjalan ke kamar meninggalkan orangtua ku yang masih menatapku heran, tentu saja mereka heran, tiba-tiba aku mengatakan pada mereka kalau aku sudah mempunyai yeojachingu sedangkan dulunya aku selalu menolak untuk mencari pacar apalagi di jodohkan dan tiba-tiba aku mengaku, mengaku telah mempunyai pasangan dan ingin memperkenalkannya pada mereka.

“Kim So Eun?” panggilku dalam telepon

“Ne, ada apa? Bukankah baru beberapa jam kita berpisah, apa kau sudah kangen padaku sehingga meneleponku?” sahut seseorang dari seberang sana dengan sebuah gurauan yang tak lain dan tak bukan adalah Kim So Eun, yeoja yang berhasil masuk ke dalam kehidupanku

“Tentu saja, sepertinya sudah bertahun-tahun aku berpisah denganmu, aku memang merindukanmu Kim So Eun.” Kataku menjawab gurauannya

“Jangan bergurau.”

“Bukannya kau yang mengajakku bergurau terlebih dahulu?”

“Sudahlah lupakan, ada apa meneleponku?”

“Besok siang aku akan menjemputmu, kau ingatkan besok aku ada konferensi pers yang harus ku datangi?”

“Tentu aku ingat, baiklah kalau kau sudah ingin menjemputku segera hubungi aku sehingga aku bisa bersiap-siap terlebih dahulu.”

“Tenang saja, aku akan menelepon mu terlebih dahulu agar kau bisa berdandan dengan cukup.”

“Berdandan? Untuk apa aku berdandan? Bukannya itu hanya konferensi pers?”

“Tentu saja kau harus berdandan, untuk menunjukkan kecantikanmu padaku.” Ucapku menggoda

“Untuk apa memperlihatkan kecantikanku di hadapanmu?”

“Karena kau yeojachingu ku.”

“Lebih tepatnya yeojachingu bohongan.” Katanya memperbaiki kata-kataku, entah kenapa terasa sakit mendengarnya berkata seperti itu, apa dia tak berharap aku menganggapnya sebagai yeojachingu ku yang asli tanpa rekayasa?

“Sepertinya tak akan lama lagi kau akan menjadi yeojachingu ku yang sesungguhnya tanpa rekayasa.”

“Apa kau bilang?”

“Kau tunggu saja, dan.. tentang tadi, aku juga serius, aku merindukanmu Kim So Eun, selamat malam, jangan lupa memimpikanku, Eunnie. Saranghae.” Kataku lembut kemudian mematikan teleponku sebelum dia menjawab atau lebih tepatnya bertanya tentang perkataanku.

“Apa maksud mu Kim Bum? Jangan bilang kalau kau benar-benar telah menyukaiku? Kau berharap kita menjadi pasangan nyata?” tiba-tiba ada pesan masuk, tentu saja dari So Eun, mau dari siapa lagi. Aku tak membalas pesan singkat nya, tapi aku segera mencari nama kontaknya di handphone ku kemudian ku tekan tombol hijau berusaha menghubunginya kembali.

“Hm, kenapa malah meneleponku lagi? Cukup membalas pesan singkat ku saja.”

“Yang kau bilang tadi benar, aku memang ingin kita menjadi pasangan nyata, tapi.. lebih baik aku memintanya secara langsung saat kita bertemu besok, jadi.. Kim So Eun-ssi tolong kau persiapkan jawabanmu besok, dan kuharap itu bukan jawab penolakan, jangan membuatku kecewa, sampai bertemu besok, selamat malam.” Kataku tersenyum sambil mematikan kembali teleponku

***

“Kau sudah siap?” tanyaku saat melihat Kim So Eun menghampiriku di ruang tamu rumahnya

“Tentu.” Katanya tersenyum

“Rupanya kau benar-benar berdandan demi memperlihatkan kecantikanmu padaku.” Kataku tersenyum sambil memperhatikannya dari atas hingga ke bawah, dia sangat cantik dengan mengenakan gaun hitam ini

“Bukannya kau yang meminta seperti itu?” kini aku hanya tersenyum sambil terus memandanginya.

“Khajja.” Kataku sambil membuka pintu mobil mempersilahkannya untuk masuk.

***

“Terimakasih karena kalian semua sudah mau meluangkan waktu kalian untuk hadir di sini, baiklah aku tak akan berlama-lama lagi, langsung ke intinya saja. Aku Kim Sang Bum ingin mengumumkan kalau aku sudah memiliki kekasih, dan pastinya dia bukan Park Shin Hye, kekasih ku bernama Kim So Eun, dia berada di sebelahku.” Kataku memperkenalkan Kim So Eun pada semua netizen dan para fans yang ikut hadir dalam konferensi pers itu.

“Apakah kalian benar-benar sepasang kekasih? Aku masih tidak mempercayai hal itu.” Ucap seorang netizen yang tampak sedang memandang ke arah ku dan So Eun secara tajam.

“Ne, kemarin aku belum sempat memperkenalkan nya secara resmi karena waktu itu tak memungkinkan untuk ku memperkenalkan dirinya pada publik secara intens.”

“Tapi bukannya kalian itu hanya berpura-pura sebagai sepasang kekasih? Hanya untuk membohongi publik dan orang tua mu Kim Bum-ssi, benar begitu bukan?” lagi-lagi netizen yang tadi nya menatap tajam pada kami mengajukan pertanyaan yang sama sekali tak kami duga, dari mana dia tahu kalau kami hanya berpura-pura?

TBC

Ficlet : Stalker Handsome

Author                                  : Kang Yong Ri aka Serly Rusadi

Tittle                                     : Stalker Handsome

Cast                                      :

–          Kim Sang Bum

–          Kim So Eun

Disclaimer                            : OS ini murni karya saya, walau terinspirasi dari membaca sebuah drabble teman yang sama-sama menyangkut tentang ‘stalker’ tapi saya jamin 100% OS ini alur maupun ceritanya berbeda dengan drabblenya. Saya tidak mencopy-paste karya milik orang lain jadi diharapkan untuk tidak mengcopy-paste karya saya tanpa seizin saya WALAUPUN saya sadar OS saya masih jauh sempurna dari OS-OS yang lain.

Dan untuk readers yang telah membaca karya saya diharapkan untuk meninggalkan jejak nya ya ^^

Mau like atau pun koment, baik sengaja atau pun tak sengaja membaca sebaiknya meninggalkan jejakmu agar saya sebagai author tahu kalau karya saya diminati oleh readers.

Okeh sekian cuap-cuap saya.

Happy Reading All.

*

*

*

“Kenapa mendadak mati lampu? Ish menyebalkan. Ini kan terlihat menyeramkan.” Gumamku kesal sambil menyentak-nyentakkan kaki ku sembari mempercepat langkahku agar segera sampai ke rumah. See?

Gelap, sunyi, dan…menyeramkan..

“Harusnya tadi aku mengurungkan niatku untuk membeli coffee kalau nyatanya akan mati lampu seperti ini. Ugh menyebalkan.”

Aku semakin mempercepat langkahku saat telingaku menangkap suara sepatu seseorang yang berjalan di belakangku.

“Agasshi, kau mau kemana malam-malam begini?” Tiba-tiba segerembol pria menghampiriku dari depan, aku tak sadar karena terus memperhatikan sosok orang yang mengikutiku dari belakang, alhasil aku seperti buah yang dilema. Melangkah ke depan akan sangat membahayakan.

“Kau sengaja ingin menggoda kami uh? Dengan berpakaian seperti itu? Tank top dan celana pendek, aigoo.. Kau benar-benar ingin cari mati nona?”

‘Babo. Bagaimana bisa kau keluar dengan pakaian seperti ini. Argh. Menyebalkan!’ Batinku dalam hati

Tapi jika melangkah mundur? Aku bahkan belum tahu sosok bagaimana orang di belakangku yang kapan saja siap menyantapku.

“Sudahlah jangan melamun seperti itu, sebaiknya kau ikut kami.” Namja paruh baya itu menarik tanganku membuatku dengan reflex menyentaknya dan menghempaskan tangannya dengan kasar.

“Lepaskan tangan kotormu bajingan!” Ucapku sengit

“Kau..dasar sialan.” Kulihat namja paruh baya itu sudah mengangkat tangan kanannya ke udara. Dia? Ingin menamparku? Lagi-lagi dengan reflex aku menutup mataku, takut. Ya aku takut dengan sebuah tamparan. Tidak, bukan takut, lebih tepatnya trauma.

“Ahjussi, sebaiknya kalian pergi dari sini. Jangan ganggu wanita-ku. Aku sudah menelepon polisi, aku mengatakan kalau di sini ada segerombol pria yang ingin menekam seorang wanita. Jika kalian tak ingin mendekam di jeruji besi sebaiknya kalian segera melarikan diri dari sini.” Ucap seseorang dengan nada sinis saat aku tak merasakan apapun yang menempel di pipiku, membuatku segera membuka mataku. Siapa gerangan yang telah menyelamatkan ku dari ahjussi-ahjussi hidung belang ini?

Tunggu dulu. Tadi dia bilang apa?

Wanita-ku?

Tuhan.. Apalagi ini? Jangan bilang kalau dia orang yang menguntitku tadi, yang membuatku terperangkap oleh segerombol ahjussi hidung belang itu.

“Cih. Dasar kalian. Awas saja jika aku bertemu kalian lagi.”

“Sudah lah, khajja, sebaiknya kita pergi dari sini. Kau mau kita ditangkap?”

“Aish. Brengsek kau!”

Kulihat ahjussi-ahjussi itu segera melarikan diri dan meninggalkan ku berdua dengan pria misterius ini. Well, walaupun ku akui namja ini mempunyai garis wajah dan lekuk-lekuk yang errr..menggiurkan para wanita. Tapi tetap saja aku merasakan kalau aku sedang berada dalam masalah jika berhadapan dengan pria misterius ini.

Shitt! Hilang satu bahaya datang bahaya lain. Sebaiknya aku harus segera meninggalkannya atau aku mendapat bahaya lain.

“Berhenti Kim So Eun agasshi!”

Deg..

Dia sukses menghentikan langkahku.

“Kau tahu namaku?” Kuputar tubuhku untuk menghadapnya. Dia hanya tersenyum menyeringai.

“Tentu saja aku tahu. Bahkan aku tahu banyak tentangmu Kim So Eun-ssi!”

“Siapa kau sebenarnya? Memangnya apa saja yang kau ketahui tentangku?”

“Aku? Kau ingin tahu aku siapa?”

Aku hanya mengangguk kecil.

“Baiklah. Akan kuberitahu kau. Namaku Kim Sang Bum. Aku hm.. Bisa dibilang penguntit mu.”

“Mwo? Kau gila? Mana ada penguntit yang mengakui dirinya sebagai penguntit.”

“Tapi aku berbeda. Aku memang penguntit mu. Bahkan aku tahu banyak tentangmu.”

“Jangan sok tahu.” Kataku mendengus kesal sembari melanjutkan langkahku.

“Kau Kim So Eun, umur 24 tahun, di Bulan September nanti kau akan genap berumur 25 tahun.

Kau kuliah di Chung Ang University bagian Theater and Film Major.

Tinggi mu 166cm dan berat mu 45kg.

Kau punya seorang adik dan golongan darahmu O.

Kau bahkan takut gelap dan pernah trauma akan sebuah tamparan.

Benarkan?”

“Kau..kau tahu darimana semua itu?” Ucapku gugup.

“Tentu saja tahu dari hasil nguntit ku.”

“Untuk apa kau melakukannya?”

“Karena aku penasaran.”

Aku mengernyitkan keningku.

“Penasaran?”

“Ya, aku penasaran denganmu. Kenapa pada tahun 2009 lalu kau berada di TKP tempat meninggalnya Jiyeon. Apa kau yang membunuhnya?”

Deg.. Tebakanku benar. Aku memang sedang dalam bahaya jika berhadapan dengannya.

Dia menatap tajam padaku, apa dia…

Mataku membelalak kaget.

Mungkinkah dia…telah menguntitku selama kurang lebih 4 tahun ini?

“Arraseo. Kau tak perlu menjawabnya karena aku sudah tahu hal itu dari hasil nguntitku selama 4 tahun ini. Tapi yang membuatku penasaran..apa yang membuatmu menjadi pembunuh Jiyeon?”

Aku hanya bisa diam. Mataku membalas tatapannya. Bukan dengan tatapan tajam seperti yang diberikannya padaku, melainkan menatapnya dengan…

“Apa karena dia yang telah menamparmu hingga membuatmu trauma seperti ini?”

“Aku..”

“Kau tak sengaja mendorongnya dari gedung atas itu saat dia hendak menamparmu berulang kali? Saat kau ingin menghindari tamparannya dan saat kau ingin menghentikannya tapi naasnya kau malah menjatuhkannya dari atas hingga membuatnya meninggal?”

Aku hanya bisa menunduk. Kurasa cairan bening dengan rasa asin ini sudah tak ingin lagi menggumpul di pelupuk mataku. Menangis? Ya seperti nya begitu. Aku menangis terisak. Kenangan pahit itu kenapa muncul kembali?

“Uljimma.” Dia menghapus cairan bening yang sudah sukses melayang ke bagian pipiku.

“Kau terlihat jelek saat menangis. Lupakan masalah itu. Itu bukan salahmu, itu salahnya dan itu juga hanya sebuah kecelakaan.”

“Jadi berhenti bermimpi buruk tentang hal itu. Lawan rasa trauma mu.”

Aku mendongakkan kepalaku untuk menatapnya.

“Kenapa kau sangat penasaran akan hal itu? Kenapa kau menguntitku selama itu? Kau bahkan bisa menanyakan langsung hal itu padaku tanpa harus menguntitku.”

“Karena aku ingin mengenal lebih dalam orang yang kusukai.”

END..

“BumSso episode in School”

Author : Kang Yong Ri aka Serly Rusadi

Cast :

-Kim Sang Bum

-Kim So Eun

***

“Ya! Kim Sang Bum! Berhenti kau!” Teriak Kim So Eun dari arah yang cukup jauh, cukup kencang, sehingga membuat Kim Sang Bum yang biasa dipanggil Kim Bum, berhenti sejenak kemudian menoleh ke arahnya dan tentunya dengan semua siswa/i di sekolah ini yang memperhatikan tingkah So Eun yang cukup bisa dibilang tak tahu malu karena telah berteriak kencang di halaman sekolah, untungnya semua sonsaengnim sedang rapat di sebuah ruangan yang cukup jauh dari keberadaan So Eun dan Kim Bum saat ini, kalau tidak pasti So Eun sudah di hukum karena telah mengganggu ketenangan di sekolah itu. Tidak, Kim Bum tidak bertanya atau berkata apa-apa, dia hanya menoleh ke arah So Eun dengan tatapan sinis kemudian tak berapa lama dia kembali melangkahkan kakinya menyusuri koridor-koridor sekolah, tak menghiraukan teriakan So Eun.

“Aish.. Kau ! Sudah ku bilang berhenti !” Teriak So Eun sambil terus melangkahkan kakinya mengejar Kim Bum agar langkahnya sejajar dengan langkah Kim Bum.

“Apa kau tuli eoh? Ku suruh berhenti kenapa kau tetap melangkahkan kakimu? Dan lagi tadi, kenapa kau menatap sinis padaku? Hah?” So Eun melemparkan sederet pertanyaan kepada Kim Bum saat langkah mereka telah sejajar.

Diam. Lagi-lagi Kim Bum hanya diam.

“Ya! Apa kau sekarang telah berubah jadi bisu juga?”

“Hey? Aku sedang berkata padamu, bukan pada tembok. Kenapa kau diam saja? Apa sebegitu susahnya kah menjawab pertanyaan ku?”

“Kim Sang Bum!”

So Eun yang sudah kesal karena Kim Bum tak juga menghiraukannya akhirnya memilih untuk diam tapi tetap mengikuti langkah Kim Bum.

“Kenapa jadi diam?” Tanya Kim Bum tanpa menoleh saat melihat So Eun sudah tenang cukup lama.

“Karena aku tahu kalau aku diam pasti kau akan mengatakan sepatah dua kata padaku, ya walaupun sepertinya tanpa menoleh.” Kata So Eun yang tengah sibuk menghentak-hentak kan kakinya ke lantai tanpa menoleh juga ke arah Kim Bum.

“Lalu kenapa tak daritadi saja kau diam?”

“Itu..itu karena.. Ah lupakan. Hey kau belum menjawab pertanyaanku. Apa kau marah karena aku mengobrol dengan Yoo Seung Ho?” Kim Bum menghentikan langkahnya sejenak saat mendengar mulut So Eun memanggil nama seseorang yang membuatnya kesal seharian ini.

“Kau cemburu? Eoh?”

“Anio.” Elak Kim Bum sambil melanjutkan langkah kakinya

“Lalu kenapa kau terlihat sangat kesal tadi setelah melihatku dengannya?”

“Aish kau tak mau mengaku rupanya.”

“Baiklah, biar aku saja yang mengaku.” Kata So Eun sembari menghentikan langkahnya membuat Kim Bum mau tak mau ikut menghentikan langkahnya.

“Aku yang cemburu kalau kau sedang bersama Suzy. Pokoknya mulai saat ini, kau tak boleh lagi dekat dengan Suzy atau pun dengan yeoja lain selain aku.” Jelas So Eun membuat Kim Bum sangat terkejut tapi Kim Bum mencoba menahan raut wajahnya agar tak kelihatan seperti orang yang terkejut dihadapan So Eun.

“Wae?” Hanya itu yang dilontarkan mulut Kim Bum, membuatnya mendapatkan sebuah jitakan keras di kepalanya. Ya, siapa lagi yang melakukannya jika bukan So Eun.

“Aww.. Ya! Aish. Kenapa kau menjitakku? Hah?” Dengus Kim Bum kesal sambil memegang kepalanya yang telah dijadikan korban oleh So Eun

“Karena kau terlalu bodoh. Kim Sang Bum babo.”

“Kau ! Setelah kau berani menjitakku sekarang kau mengataiku bodoh?”

“Memangnya apalagi kalau bukan bodoh namanya? Masa’ kau tak tahu kalau aku punya perasaan padamu? Babo. Kau pikir kenapa aku tak suka jika melihatmu bersama Suzy? Itu karena aku menyukaimu bodoh. Dasar Kim Bum bodoh.” Cerca So Eun panjang lebar

“Arraseo. Aku memang bodoh. Kau puas?” Kata Kim Bum sambil melanjutkan langkahnya yang terhenti karena dia sendiri bingung mau berkata apa pada So Eun sehingga mau tak mau dia berusaha menghindar dari So Eun, namun tampaknya So Eun tetap giat mengikuti Kim Bum kemana pun

“Anio. Aku belum puas.”

“Eh? Wae?”

“Kau belum menjawab pertanyaanku.”

“Bukankah kau cukup pintar untuk mengetahui jawabanku? Jawabanku sama dengan punyamu.”

“Maksudmu.. Kau juga menyukaiku?” Tanya So Eun dengan hati-hati sambil terus memperhatikan wajah Kim Bum sehingga membuat Kim Bum mau tak mau kembali menghentikan langkahnya.

“Eoh.” Jawab Kim Bum dengan singkat disertai anggukan kepala yang pelan tanpa melihat wajah So Eun.

“Itu berarti kau juga cemburu saat melihatku dengan Seung Ho?”

“Eoh.” Lagi-lagi Kim Bum hanya menjawab singkat disertai anggukan kepala

“Tapi bukankah tadi kau bilang kau tak cemburu? Kau berbohong padaku eoh?”

“Itu..itu tadi.. Aish baiklah aku mengaku, tadi aku berbohong padamu kalau aku tak cemburu melihatmu dengan Seung Ho, padahal aku sangat cemburu dan asal kau tahu, gara-gara dia mood ku seharian ini berubah jadi jelek.” Tutur Kim Bum dengan raut wajah kesal

“Hahaha. Kau lucu sekali Kim Bum. Kenapa tak mengaku saja daritadi? Itu sebabnya kau menatap sinis dan tak mau berbicara padaku sejak tadi? Hah. Sebenarnya sudah ku tebak sih dari awal. Haha kau benar-benar lucu Kim Sang Bum.” Kata So Eun sembari tertawa sambil memegang perutnya yang sedikit kesakitan karena ulahnya yang tak berhenti tertawa.

“Ya ! Kenapa kau malah menertawaiku?”

“Tak boleh?”

“Tentu tak boleh. Itu artinya kau menjatuhkan harga diriku.” Tutur Kim Bum sedikit bercanda

“Aku saja yang menjatuhkan harga diriku sendiri di depan mu tak mempermasalahkan hal ini.”

“Memangnya apa yang telah kau perbuat sehingga kau bilang telah menjatuhkan harga dirimu di depanku?”

“Ah, kau benar-benar bodoh Kim Sang Bum. Kau pikir jika seorang yeoja mengungkapkan duluan perasaannya pada seorang namja yang disukainya maka dia tak kehilangan harga dirinya? Begitu eoh?”

“Itu..itu.. Ahk baiklah, daripada aku dibilang menjatuhkan harga dirimu lebih baik kita mengulangnya dari awal. Biar aku duluan yang mengatakan isi hatiku. Eotte?”

“Boleh juga idenya. Baiklah. Mulailah duluan.”

“Kim So Eun, apa kau tahu bagaimana perasaanku padamu?” Kata Kim Bum serius setelah beberapa saat sebelumnya dia menarik nafas yang cukup dalam.

“Aku sudah tahu.” Jawab So Eun menghancurkan suasana serius yang telah dibangun Kim Bum

“Ya! Harusnya kau pura-pura tak tahu. Arra? CUT! Di ulang.” So Eun terus menahan tawanya melihat tingkah Kim Bum yang sedikit aneh ini

“Kim So Eun, apa kau tahu bagaimana perasaan ku padamu?” Tanya ulang Kim Bum setelah beberapa menit dia membangun ulang suasana seriusnya yang telah dikacaukan oleh So Eun

“Molla. Memangnya bagaimana perasaanmu padaku? Apa kau menganggap ku rasa coklat? Atau strowberry? Vanilla? Atau..” Kalimat So Eun tiba-tiba terputus karena mulutnya sudah dibungkam duluan oleh mulutnya Kim Bum, membuatnya terlonjak kaget.

“Kau..! Ya! Kim Sang Bum! Apa yang barusan kau perbuat eoh?” Tanya So Eun sedikit berteriak saat Kim Bum telah melepaskan kisseu mereka.

“Bukannya kau sudah tahu apa yang kuperbuat tadi? Mengapa pura-pura tak tahu?”

“Kau!”

“Itu hukumannya karena kau telah membuat suasana serius yang kubangun dengan susah payah menjadi hancur berantakan.”

“Neo jeongmal baboya. Bagaimana jika ada yang melihat kelakuanmu tadi? Bisa-bisa kita dilaporkan ke sonsaengnim.”

“Kau tak perlu khawatir karena di lorong ini bukannya sangat sepi? Pasti tak ada yang melihat. Bagaimana kalau kita melakukannya lagi?” Goda Kim Bum sembari memainkan matanya sebelah.

“Dasar yadong! Aku mau ke kelas dulu.” Kata So Eun sambil melangkahkan kakinya untuk berbalik arah

“Hey! Tunggu. Aku hanya bercanda. Khajja, kita ke kelas sama-sama.” Kata Kim Bum sambil menggenggam tangannya So Eun tanpa persetujuan terlebih dahulu dari So Eun. So Eun yang digenggam tangannya hanya bisa tersipu malu.

*

END

FF : Thank you for christmas gift

Tittle                     : Thank you for christmas gift

Author                  : Kang Yong Ri aka Serly Rusadi

Cast                       :

–          Kim So Eun

–          Kim Sang Bum

–          Bae Suzy

–          Kim Soo Hyun

Other Cast          :

–          Park Shin Hye

–          Jang Geun Seuk

–          Park Jiyeon

–          Yoo Seung Ho

–          Jung Il Woo

–          Lee Min Ho

–          Eomma nya Kim So Eun dan Kim Soo Hyun *ya karena di ff ini aku buat So Eun dan Soo Hyun bersaudara

Genre                   : Horror (kayaknya gak dapet deh feel ny), Romance, Mistery (maybe), Supernatural, Suspense (maybe), Fantasy, Family 

Lenght                  : Oneshoot

Rated                    : PG-13 (maybe, kalian bisa lihat sendiri setelah membacanya, author paling bingung kalau sudah menentukan judul, cast, genre, ratting dsb nya, jadi sebaiknya kalian baca saja, hehe)

Summary             : Berawal dari sebuah keinginan untuk membalas dendam yang berujung pada nyawa orang lain..

HAPPY READING..

***

“Boneka apa ini? Lucu sekali, daripada tergeletak di jalan seperti ini sebaiknya aku bawa pulang saja, lagipula sepertinya barang ini terjatuh, nanti jika ada yang mencarinya baru aku kembalikan”, ucap seorang yeoja yang tak sengaja menemukan sebuah kotak mainan berisi boneka yang lucu, bukan boneka barbie, hanya mirip, mirip seperti boneka barbie yang lucu, imut dan cantik tapi boneka ini sedikit terlihat..menyeramkan.. Ada aura aneh dalam boneka itu

Beberapa bulan kemudian

 

“Apa barusan itu ulahmu?”, tanya seorang yeoja yang seperti berbicara sendiri, padahal dia sedang berbicara pada sebuah boneka, ya, boneka yang beberapa bulan lalu dia pungut di jalan

“Ya, itu memang ulahku, kenapa? Kau tak suka?”, tanya boneka itu sambil menatap tajam kepada orang yang sedang berbicara pada nya

“Kenapa kau harus membunuh orang itu eoh?”

“Karena aku ingin membunuhnya”

“Yaaaa!!! Baru beberapa bulan aku memungutmu tapi kau sudah membuat ku stres, apa kau tak ada pekerjaan lain selain membunuh? Kau sudah membunuh banyak orang, kau tahu itu hah?”, teriak yeoja itu saking frustasinya berbicara pada boneka itu

“Tidak ada, karena aku hidup untuk membunuh”, kata boneka itu dingin dan tajam, hingga membuat sang yeoja yang sedang berbicara padanya merasakan ada angin aneh yang melintas di dalam kamarnya, takut, tentu saja itu dirasakan oleh yeoja berparas cantik ini, ah ralat, tidak hanya berparas cantik, tetapi hatinya juga cantik, meskipun ada rasa takut dalam dirinya tapi rasa penasaran dan rasa iba mengalahkan perasaan takut itu

“Lalu kenapa kau tidak membunuhku sekalian? Aku sudah bosan melihatmu terus-terusan membunuh”, tanya yeoja itu lirih

“Karena kau majikan ku”, sekarang suara boneka itu terdengar sedikit berubah.. Menjadi sedikit hangat dan bersahabat

“Majikan?”, tanya yeoja itu bingung

“Ne, karena kau yang telah merawatku”, ucap boneka itu sambil terpikirkan perilaku sang yeoja yang merawatnya dengan sangat baik, yang telah memberinya pakaian, tempat tidur, dan sebuah rumah walau dia hanya sebuah boneka dan yang lebih membuat boneka itu merasa hangat adalah sikap sang yeoja yang menganggap dirinya bukan sebuah boneka melainkan seorang manusia, atau bahkan lebih tepatnya menganggap nya sebagai seorang adik, selalu menyisirkan rambut boneka itu, memberi boneka itu makan, dan memberikan perhatian lebih layaknya seorang kakak pada adiknya

“Boleh aku bertanya?”

“Apa?”

“Aku masih tidak percaya bahwa kau sebuah boneka, kau itu seperti sebuah roh yang hanya meminjam tubuh boneka itu, apa kau ingat sesuatu? Seperti nama mu? Keluargamu?”

“Tidak, aku lupa semuanya kecuali satu hal”

“Apa?”

“Seperti yang kau katakan, sepertinya aku seorang roh yang meminjam tubuh boneka ini, yang aku ingat hanya lah tugasku, membunuh manusia”

“Dan sepertinya aku mengingat sedikit tentang keluarga ku, mereka..telah dibunuh”, ucap boneka itu sedih, namun masih terlihat jelas sirat kebencian dalam mata nya

“Hah”, sang yeoja hanya bisa menghempaskan nafasnya, tidak tahu harus berkata apa lagi

– Kim So Eun POV –

Apa yang harus ku lakukan? Ini salahku sudah memungut boneka bernyawa ini, banyak yang menjadi korbannya, bahkan tetangga ku pun sudah ada yang meninggal karena boneka itu, tapi apa alasan dia membunuh mereka? Bagaimana dia bisa berada dalam tubuh boneka itu? Bagaimana kehidupan masa lalunya? Apa dia seorang hantu? Arwah yang meminjam tubuh boneka itu? Tapi kenapa aku tidak takut padanya? Aku malah merasa dia sepertinya kesepian, membutuhkan perhatian, dan aku rasa dia belum mau meninggalkan kehidupan nya sebagai seorang manusia maka dari itu arwahnya masih bergentayangan dalam tubuh boneka itu, apa aku harus mencari orang pintar untuk mengetahui seluk beluk hantu boneka itu? Ah tidak, aku hanya perlu berpikir lebih jernih

“Yaa, Kim So Eun.. Apa yang sedang kau pikirkan eoh?”, tiba-tiba Bummie sudah duduk di sebelahku, ya, dia adalah namjachingu ku, aku beruntung memilikinya karena dia namja yang hm.. cukup populer di kampus kami, ah sepertinya bukan cukup, tapi terlampau populer setelah Jung Il Woo, Jang Geun Seuk, Lee Min Ho dan Yoo Seung Ho..ya mereka bisa dibilang sebagai f5 (flower five) bukan f4 lagi, hehe, bahkan dia mempunyai senyuman membunuh, dan saat dia tersenyum maka semua yeoja akan terpesona padanya termasuk diriku, beruntung aku lah yeoja yang dipilih nya padahal Shin Hye, sahabatku yang tak kalah cantik juga menyukainya namun dia lebih memilihku dan lebih beruntung lagi Shin Hye tak membenci ku, dia sepertinya bisa menerima hubungan ku dengan Kim Bum bahkan kami bersikap seperti biasa, tidak canggung bahkan terlihat sangat akrab

“Annia, gwaenchan-ha bum-ah”

“Tapi sepertinya yang ku lihat kau sedang ada apa-apanya, apa kau sedang memikirkan namja lain eoh?”, tanya Bummie sambil berpura-pura menampakkan muka cemberutnya

“Haha, kau itu lucu sekali Bum-ah.. Tidak mungkin aku memikirkan namja selain dirimu, kau itu berlebihan kalau berpikir”, kataku sambil mencubit gemas kedua pipinya

“Lalu kau sedang memikirkan apa? Kenapa tak ingin berbagi cerita padaku?”

“Begini ceritanya”, kataku sambil bercerita pada Bummie tentang beberapa bulan yang lalu saat aku memungut boneka itu hingga sekarang

*cut*

-At Home-

“Aku harus mengembalikannya ke tempat kemarin di mana aku menemukannya”, ucapku pelan agar tak terdengar oleh boneka itu tapi sepertinya sia-sia, karena dia mendengar ucapanku

“Jika kau berani membuangku, maka kau akan melihat kematian oppa mu pukul 12 nanti di dalam kamar mandi”, kata boneka itu mengancam dengan tatapan yang sangat tajam

“Mwo? Andwae.. Yaa..Jangan sekali-kali kau berani membunuh oppa ku”, aku teringat perkataan oppa beberapa menit yang lalu

*flashback* 

 

“Baiklah eomma, beberapa menit lagi aku akan mandi”, kata Soo Hyun oppa sambil terus bermain game di komputer

*flashback end*

“Berarti kau harus janji tidak membuangku”

“Aish.. Baiklah aku janji”, dia kenapa bisa tau keinginanku? Ah ya aku lupa, dia kan boneka, boneka hantu, atau hantu boneka? Padahal suaraku tadi sangat pelan dan aku berada jauh dari nya

Aku bukannya takut dengan tatapannya yang tajam, tapi aku takut dengan ancamannya, bagaimana bila dia benar-benar membunuh oppaku? Aku tidak ingin kehilangan oppaku, dia boneka yang akan menepati ucapannya, tidak akan segan-segan membunuh siapa saja bila dia sudah berniat untuk membunuh

***

“Jadi apa yang akan kau lakukan?”, tanya Jiyeon sambil menatapku khawatir, begitu juga dengan Bummie, dan teman-temannya, ya mereka sudah tahu tentang boneka bernyawa itu karena kemarin aku bercerita dengan Kim Bum dan Kim Bum menceritakan nya kepada sahabat-sahabat ku dan sahabatnya

“Yaa.. Nan.. Arra..”, teriak Shin Hye tiba-tiba dengan napas yang masih terengah-engah

“Mwo?”, tanya ku bingung

“Aku tahu kenapa boneka bernyawa itu, atau hantu boneka itu membunuh manusia, karena dia ingin membalas dendam, katamu, dia hanya ingat tugasnya kan? Tugasnya untuk membunuh manusia, dia tidak ingat sama sekali siapa dirinya tapi dia masih mengingat sedikit tentang keluarganya, keluarganya yang dibunuh, benarkan?”

“Ne, dia hanya mengingat itu”

“Sepertinya di kehidupan lampaunya dia sama seperti kita, dia seorang manusia yang telah meninggal namun karena dirinya belum mau menerima takdir bahwa dia sudah meninggal dan masih ada sebuah tugas yang harus diselesaikan nya akhiranya rohnya bersemayam di dalam tubuh boneka itu, karena dia belum bisa membalaskan dendamnya pada orang yang telah membunuh keluarganya”

“Kau tahu dari mana itu?”

“Igeo, aku mendapatkan sebuah buku fanfiction ini di perpustakaan”, kata Shin Hye sambil menyodorkan sebuah buku berisi fanfiction yang entah siapa authornya, karena di sana hanya tertulis inisial BS

“Buku Fanfic?”

“Ne, coba kau baca, ini ada sangkut pautnya dengan boneka bernyawa itu”

“Dia yang masih belum bisa menerima takdirnya bahwa dia telah meninggal, rohnya akan bergentayangan, sebelum tugas terakhirnya selesai dilaksanakan dia tidak akan rela pergi meninggalkan dunia ini”, aku membaca isi dalam fanfiction ini, setelah ku pikir, mungkin yang ada dalam buku ini dan perkataan Shin Hye memang benar adanya, boneka itu belum rela pergi sebelum dendamnya terbalaskan

“Tapi ada sebuah cara untuk membuat roh itu tidak bergentayangan lagi, yakni dengan memberikannya kasih sayang, kasih sayang yang tulus, semua makhluk di dunia ini akan luluh dengan kasih sayang”, kening ku sedikit berkerut, aku menatap sahabatku bergantian, sama halnya dengan diriku, mereka juga terlihat seperti bingung

“Kasih sayang?”

– Bae Suzy POV –

“Ya, aku ingin bertanya lagi, bolehkan?”

“Apa?”

“Apa kau sama sekali tak ingat siapa dirimu sebenarnya?”

“Tidak”, ucapku acuh

“Apa kau pernah berusaha untuk mengingatnya?”, aku hanya terdiam, ya sebenarnya aku pernah berusaha untuk mengingat siapa diriku, sejak So Eun bertanya apa aku mengingat sesuatu seperti namaku dan keluargaku, tapi aku belum bisa mengingat siapa diriku, yang jelas aku hanya ingat bahwa keluargaku dibunuh dan aku harus membalas dendam pada orang yang telah membunuh keluargaku itu

“Kau pasti ingin mengingatnya bukan? Aku tahu, sebenarnya kau itu orang yang baik, ah maksud ku arwah yang baik, kau pasti tahu bahwa membunuh itu bukan hal yang baik, terlihat jelas bahwa kau lelah dengan semua ini, kau hanya memikirkan dendam mu, tidak memikirkan lagi tentang dirimu, ku mohon berusaha lah menghilangkan dendam itu, karena menaruh dendam sangat tidak baik, dan akan membuatmu lelah dengan sendirinya”, perkataan So Eun membuatku terkejut, tahu dari mana dia bahwa aku mempunyai sebuah dendam

“Aku berharap kau mengingat dirimu dan segera melupakan dendammu”, kata So Eun sambil mengacak rambut ku pelan setelah itu dia berjalan ke ranjang untuk beristirahat, sedangkan aku? Hanya terdiam, terus memikirkan perkataan So Eun, ya aku akui, menaruh dendam memang sangat melelahkan, tapi siapa sebenarnya diriku

Sekilas bayangan-bayangan aneh muncul di kepalaku, terasa sakit, tapi…

 

-Paginya-

 

“Annyeong, aku pergi sekolah dulu ya, kau baik-baik di rumah, jangan membuat onar, arraseo?”, kata So Eun tersenyum sambil beranjak keluar kamar

“Tunggu”, kuhentikan langkah So Eun

“Mwo?”

“Sepertinya aku ingat siapa aku”, ucapku membuatnya terkejut

“Kau.. ingat??”

“Oh..”

“Namaku Suzy”

“Bae Suzy”

“Bae Suzy?”

“Ne, tapi yang ku ingat hanya namaku, kepergian orang tua ku dan…”, kataku terputus karena aku sendiri bingung entah harus mengatakannya pada So Eun atau tidak

“Dan dendammu, benarkan?”, aku hanya mengangguk kecil, tapi kulihat So Eun hanya tersenyum

“Sudah lah jangan di pikirkan masalah dendam itu”, lagi-lagi dia menasehatiku

“Oh iya sepertinya kau lebih tua dari ku, yang ku ingat waktu itu aku masih berumur 16 tahun, sebelum aku berada dalam tubuh boneka ini”

“Berarti kau harus memanggil ku unni, benarkan?”

“Unni?”

“Ne, mulai sekarang kau harus memanggil ku unni, arra?”

“Ya sudah aku berangkat kuliah dulu ya, sudah hampir terlambat, baik-baik di rumah Suzy-ya”, katanya sambil terus menyunggingkan senyum manisnya, ahk, dia benar-benar berhati malaikat, bahkan dia tidak takut kalau aku membunuhnya dan sekarang dia malah menyuruhku untuk memanggilnya unni

-Author POV-

 

“Bagaimana? Apa yang harus ku lakukan? Bagaimana cara mengusir roh jahat itu?”, tanya seorang ahjumma pada seseorang yang kemungkinan bisa melihat alam gaib atau sebut saja sebagai orang pintar

“Kasih sayang, hanya kasih sayang lah yang bisa mengusir roh jahat itu, tapi kau harus hati-hati karena ku lihat nyawamu akan terancam”

“Ne?”

– Eomma Kim-

Aku masih mengingat pembicaraan antara putri ku So Eun dengan hantu boneka itu, bagaimana ini, keluargaku berada dalam situasi membahayakan

*FLASHBACK*

 

“Aku masih tidak percaya bahwa kau sebuah boneka, kau itu seperti sebuah roh yang hanya meminjam tubuh boneka itu, apa kau ingat sesuatu? Seperti nama mu? Keluargamu?”

“Tidak, aku lupa semuanya kecuali satu hal”

“Apa?”

“Seperti yang kau katakan, sepertinya aku seorang roh yang meminjam tubuh boneka ini, yang aku ingat hanya lah tugasku, membunuh manusia”

*FLASHBACK OFF*

 

Lagi pula kenapa bisa Eunnie bertemu dengan hantu boneka itu?

Apa yang harus kulakukan sekarang?

-Kim So Eun POV-

“Ya, Il Woo-ssi, kuharap kau berhati-hati, karena setau ku Suzy itu bisa menghinoptis manusia, bahkan dia bisa membunuh manusia hanya dengan menatap matanya”, kataku memperingati Il Woo yang ingin berbicara dengan Suzy untuk menghilangkan dendam nya, ya, Il Woo itu orangnya berbeda, dia bisa berbicara dengan makhluk lain, bisa mendengar apa yang biasa tak bisa di dengar manusia biasa

“Kau tenang saja So Eun-ssi, aku akan baik-baik saja, kalian jangan khawatir”, ucap Il Woo kepada kami, memang di antara kami hanya dia yang sedikit berbeda, yang memiliki kelebihan tapi kelebihannya hanya di tunjukkan saat bersama kami sahabat-sahabatnya

Il Woo pun memasuki kamar lifts yang di duga bahwa Suzy juga berada di sana, setelah beberapa menit Il Woo pun akhirnya keluar dengan wajah seperti orang mabuk, jalannya pun sempoyongan, aku benar-benar heran, apa yang terjadi padanya? Apa itu ulah Suzy?

“Il Woo-ssi apa yang terjadi?”, tanya ku penasaran

“Dia..”

“Ya, kau kenapa Il Woo-ya”, kata Bummie sambil menopang Il Woo yang sempoyongan dibantu oleh Min Ho

“Dia..berhasil..”

“Sebaiknya kau duduk dulu, Bum-ah, Min Ho-ssi sebaiknya kalian bawa Il Woo untuk duduk dulu”

“Dia berhasil menghinoptisku, ternyata dia bukan cuma hebat, dia juga sangat cantik, bahkan hanya menatapnya sebentar aku bisa dibuat seperti ini, lupa akan tujuanku”, kata Il Woo setelah beberapa saat menghirup dan mengeluarkan napas

“Ne? Kau melihat sosok asli Suzy?”, lagi-lagi aku dibuat penasaran karena selama ini aku sendiri belum pernah melihat sosok asli Suzy, dia hanya bersemayam di dalam tubuh boneka itu

“Ya, dia sepertinya memang lebih muda dari kita”

“Bagaimana ciri-cirinya?”

“Seperti yang ku katakan tadi, parasnya cantik, rambutnya juga panjang”

“Oh.. Jadi apa yang harus ku lakukan?”

“Meskipun tadi aku dibuat lupa akan tujuanku untuk menghasutnya meninggalkan dunia ini, tapi aku yakin dia benar-benar kesepian, dari raut wajahnya itu, dia sepertinya sangat bersedih bahkan karena kesedihannya itu lah membuat hatinya tergores dan meninggalkan luka yang sangat dalam di sana, sehingga dendam itu belum bisa terhapus”

“Benarkah?”, Il Woo hanya mengangguk yakin

***

Drrrrtt..

 

Drrrrtt..

“Eunnie, kau sekarang ada di mana? Eomma.. Uri eomma..”, terdengar dari suara Soo Hyun oppa sepertinya ada sesuatu yang buruk terjadi dengan eomma, perasaanku menjadi tidak enak

“Eomma kenapa oppa? Apa yang sudah terjadi dengan eomma?”, aku tak mengindahkan pertanyaan Soo Hyun oppa karena dalam pikiranku hanya ada eomma

“Eomma.. eomma di bunuh Eunnie-ya, dan oppa yakin sepertinya yang membunuh eomma adalah Suzy”

“Suzy?”, Soo Hyun oppa memang sudah tahu tentang Suzy begitu juga dengan eomma, aku tidak tahu mereka mengetahui hal ini dari mana tapi yang jelas selama ini oppa ku dan eomma baik-baik saja, mereka tidak di ganggu Suzy meskipun, apa benar Suzy yang telah membunuh eomma? Ah aku ingat sesuatu

 

*FLASHBACK*

“Unni, kau harus berjanji padaku satu hal”

“Apa?”

“Jangan tinggalkan aku terlalu lama di rumah ini, jika kuliah mu sudah kelar, kau harus langsung pulang, menemaniku di sini”

“Ne?”, ucapku bingung, apa dia benar-benar merasa kesepian sehingga menyuruhku untuk selalu menemaninya?

“Tapi Suzy-ya, bagaimana jika aku ada urusan lain”

“Aku tak mau tahu, pokoknya unni tidak boleh meninggalkan ku sendirian di rumah ini terlalu lama, jika unni melanggar maka unni akan tahu sendiri akibatnya”

*FLASHBACK OFF*

 

“Apa oppa yakin bahwa itu ulah Suzy?”

“Ne, tadi oppa melihat Suzy dan eomma mengobrol tapi tiba-tiba eomma seperti orang yang terkena serangan jantung, padahal kan eomma tak memiliki penyakit itu, dan oppa langsung membawa eomma ke rumah sakit tanpa memperhatikan Suzy lagi karena saat itu pikiran oppa sudah kacau melihat eomma yang seperti itu”

***

“Suzy-ya kau ada di mana?”, teriak ku sesampai di rumah

“Suzy-ya.. Oppa tahu kau seperti itu karena kau kesepian, tapi bisa kah tidak dengan cara menghilangkan nyawa orang lain? Lagipula oppa berharap kau bisa menghilangkan dendam mu itu”, aku menghentikan langkahku ketika melihat Soo Hyun oppa sedang berbicara kepada sesosok arwah yang ternyata adalah Suzy, mereka tidak menyadari keberadaanku karena jarak antara aku dan mereka lumayan jauh

“Bukannya kau sendiri sudah merasakan kehilangan orang yang di sayang? Terlebih saat kehilangan eomma? Apa kau tak memikirkan perasaan oppa dan So Eun?”

“Mian..”, ucapan Suzy bergetar, apa dia sedang menangis?

“Mianhae oppa.. Aku.. Aku hanya kesal, aku tak sengaja membunuh eomma mu, aku benar-benar salah, mianhae, jeongmal mianhae, aku hanya kesepian, So Eun unni sudah keluar sangat lama, dia tidak menepati janjinya”, kulihat kini Suzy semakin terisak, apa arwah bisa menangis juga?

“Sudah lah, apa yang sudah terjadi tidak bisa di ubah, tapi oppa harap kau bisa melupakan dendam mu dan ini terakhir kalinya kau membunuh manusia, oppa tidak ingin kau terjerumus lebih dalam lagi terhadap dendam mu itu, arra?”

“Ne, aku janji oppa.. Aku.. tidak akan membunuh lagi, dan aku akan mencoba melupakan dendamku”, Suzy masih terisak, tapi.. Tunggu dulu apa aku tak salah lihat? Soo Hyun oppa bisa memeluk Suzy? Padahal ku lihat kaki Suzy tidak menginjak lantai, tapi aneh.. Kenapa Soo Hyun oppa bisa memeluk Suzy dan membelai rambut Suzy

“Bagus, itu yang mau oppa dengar dari mulutmu”

“Sekali lagi maaf kan aku oppa, aku takut.. So Eun unni tidak akan memaafkan ku.. Aku.. Aku tidak ingin So Eun unni membenciku, apa yang harus ku lakukan untuk menembus kesalahanku ini oppa?”

“Sudah lah kau jangan menangis lagi Suzy-ya, oppa yakin Eunnie akan memaafkan mu, bahkan dia sudah menganggap mu seperti adiknya sendiri jadi oppa yakin dia akan memaafkanmu asal kau bisa menepati janjimu untuk melupakan dendam mu dan tidak membunuh manusia lagi”

“Ne, apa yang di katakan Soo Hyun oppa memang benar, unni akan memaafkan mu jika kau bisa melupakan dendam mu dan tidak membunuh manusia lagi, urusan hidup dan mati manusia ada di tangan Tuhan, kita tidak bisa ikut andil dalam hal itu”, kataku tiba-tiba mendatangi mereka membuat mereka terkejut

“Unni..”

“Mianhae unni, aku benar-benar bersalah”, aku berjalan mendekati mereka dan tiba-tiba aku memeluk Suzy, ini benar-benar keajaiban, tak hanya Soo Hyun oppa saja yang bisa memeluknya bahkan aku juga bisa memeluk Suzy

“Sudahlah, lupakan semua yang telah terjadi, semua nya akan baik-baik saja”, ucapku menenangkan Suzy padahal aku sendiri belum yakin apa kah aku masih bisa hidup nyaman tanpa ada eomma, tiba-tiba seberkas cahaya datang menyilaukan mata kami

“Suzy-ya, kemarilah nak”, ucap seorang ahjumma setelah berkas cahaya tadi menghilang

“Eomma”

“Sini, kemarilah, sudah saat nya kita pergi, karena kau sudah bisa menghilangkan dendam yang ada dalam hatimu”, ku lihat Suzy hanya menuruti perkataan ahjumma itu

“Eunnie-ya, Soo Hyun-ah, terimakasih karena kalian sekarang anak kami kembali lagi seperti dulu dan sudah bisa melupakan dendamnya, dan maaf juga sudah membuat kalian kehilangan eomma kalian”

“Ne, cheonmaneyo ahjumma”

“Tapi kalian tidak perlu khawatir karena kami juga akan melindungi kalian dari sini, dan kalian tidak perlu mencemaskan eomma kalian karena eomma kalian sudah bertemu dengan ahboeji kalian di atas sana, aku yakin eomma dan ahboeji kalian juga akan melindungi kalian dari sana”, kini terlihat appa Suzy yang bicara

“Ne, gamsahamnida ahjumma, ahjussi, lagipula ini bukan sepenuhnya salah Suzy, mungkin ini sudah takdir eomma ku untuk bertemu dengan ahboeji, benarkan oppa?”, kulirik sekilas ke arah Soo Hyun oppa

“Ne, Suzy benar, kalian jangan terlalu menyalahkan diri sendiri, ini sudah takdir”

“Oh ya Suzy-ya.. Hm.. Oppa berharap di kehidupan selanjutnya kita akan bertemu kembali”, kata Soo Hyun oppa dengan raut wajah yang sudah memerah seperti tomat

“Yaaa.. Oppa.. Apa kau menyukai Suzy?”, tanya ku to the point hingga membuat muka Soo Hyun oppa bertambah merah layaknya kepiting rebus namun dia tidak menjawab, hanya tersenyum malu-malu dan kulirik sekilas kearah Suzy ternyata dia juga sama dengan Soo Hyun oppa, mukanya sudah memerah

“Jangan bilang kau juga menyukai oppa ku Suzy-ya?”, tanyaku penuh selidik sedangkan Suzy dan Soo Hyun oppa hanya bisa tersenyum malu-malu dengan wajah yang memerah

“Wah ternyata anak eomma sudah mulai jatuh cinta yah? Haha”, kini giliran eomma nya Suzy yang menggoda anaknya

“Eomma..”

“Haha, pantas saja tadi Soo Hyun oppa bisa memeluk mu, rupanya karena ada sesuatu, hehe”, aku terus menggoda Suzy

“Yaa.. Unni.. Bukannya kau juga bisa memeluk ku tadi”, kata Suzy sambil mengerucutkan bibirnya, haha ini benar-benar lucu

“Sudah lah Eunnie, jangan lagi kau goda Suzy”, ucap Soo Hyun oppa membela Suzy

“Hahaha, ne”

***

“Aku bahkan hampir lupa bahwa malam ini adalah malam natal, kalau saja Bummie tidak meneleponku barusan untuk ikut merayakan malam natal di rumah nya, apa aku harus ikut merayakan natal bersama Bummie dan keluarganya? Tapi bagaimana dengan Soo Hyun oppa, dia akan kesepian, biasanya dia akan merayakan malam natal hanya dengan keluarga atau dengan orang yang dia suka, setelah kepergian Eunjung yang sama sekali tak ada kabarnya hingga sekarang dan setelah kepergian eomma baru-baru ini sepertinya dia akan kesepian, bagaimana ini? Atau aku ajak saja Soo Hyun oppa untuk merayakan malam natal bersama Bummie dan keluarganya?”, ucapku pada diriku sendiri sambil memain-mainkan handphone ku

“Unni tenang saja, ada aku yang akan menemani Soo Hyun oppa”, tiba-tiba seseorang telah berada di hadapanku, ani, aku ralat, bukan seseorang tapi seorang arwah

“Suzy-ya.. kau”, aku memerhatikan Suzy dari atas hingga bawah dan ternyata dia.. dia bisa menginjakkan kakinya ke lantai? Ada apa ini?

“Bagaimana kau bisa berada di sini? Dan lagi, penampilan mu aneh, kau bisa menginjakkan kaki mu ke lantai?”

“Karena aku sudah meminta izin”, katanya tersenyum riang

“Izin?”

“Ne, aku sudah meminta izin untuk malam ini hingga besok untuk berada di bumi menemani Soo Hyun oppa dan unni untuk merayakan hari natal”

“Dan kau di izinkan?”

“Tentu saja, kalau tidak bagaimana mungkin aku bisa berada di sini sekarang? Hehe”

“Lalu setelah natal lewat kau akan pergi? Begitu?”, tiba-tiba kulihat raut wajah Suzy berubah, berubah menjadi sedih

“Ne, nanti setelah natal lewat aku akan segera pergi, sepertinya aku dan Soo Hyun oppa tidak bisa bersatu”

“Siapa bilang? Memang sekarang kau dan Soo Hyun oppa tidak bersatu karena alam kalian berbeda, tapi unni yakin, kehidupan selanjutnya kalian pasti akan bersatu”, ucapku menenangkan Suzy dan sepertinya itu berhasil

“Ne, aku juga pikir begitu, aku percaya dengan reinkarnasi, pasti di masa yang akan datang aku dan Soo Hyun oppa akan bertemu kembali dan akan bersatu”, katanya penuh semangat

“Ne, unni juga yakin”

***

-Author POV-

“Eunnie, aku tak menyangka sebentar lagi kita akan segera menikah”, ucap seorang namja yang bernama Kim Sang Bum sambil memeluk yeojachingu nya dari belakang

“Ne, aku juga tak menyangka Bummie, waktu berjalan sangat cepat, malam ini malam natal, sebentar lagi tahun baru akan tiba dan saat itu juga kita akan menikah, sungguh di luar dugaan”

“Apa kau bahagia menikah dengan ku?”

“Tentu saja, kalau aku tidak bahagia mana mungkin aku menerima lamaran mu”, kata So Eun sambil mencubit gemas kedua pipinya Kim Bum setelah mereka saling berhadapan

“Aku senang kau mau bersama ku”

“Nado”, ucap So Eun tersenyum, dan Kim Bum mendekatkan dirinya kepada So Eun, mencium kening So Eun pelan dan lembut

“Khajja, kita masuk, udara sangat dingin dan sepertinya keluarga ku sudah menunggu kita”

“Ne”

***

Ternyata tidak hanya pasangan BumSso saja yang merayakan malam natal dengan bahagia, di tempat lain pun terdapat beberapa pasangan yang sedang menikmati malam natal dengan sangat bahagia

“Suzy-ya, apa kau akan menemani aku hingga besok?”

“Tentu saja, aku sudah mendapatkan izin jadi mana mungkin aku menyiakan kesempatan ini”

“Apa setelah natal berakhir kita akan berpisah?”, ucap namja yang tak lain adalah Soo Hyun dengan raut wajah yang terlihat sedih

“Hmm.. mungkin”

“Tapi aku yakin kita akan bertemu lagi di kehidupan selanjutnya jadi untuk saat ini sebaiknya kita menikmati nya saja”

“Ne, aku harap juga begitu, semoga kita bisa bertemu lagi selanjutnya, khajja kita rayakan malam natal ini dengan senyuman”, ucap Soo Hyun sambil menarik tangan Suzy dan mereka pun bermain dengan sangat gembira

“Gomawo Shin Hye-ya, kau sudah mau menerimaku”

“Seharusnya aku yang harus berterima kasih padamu, kau sudah mau menunggu ku hingga aku bisa melupakan Kim Bum, gomawo oppa”

“Ne, nado gomawo”, meskipun Shin Hye waktu itu menyukai Kim Bum tapi dia masih bisa mengontrol dirinya, dan terbukti bahwa dia tidak mementingkan ego nya, dia lebih memilih sahabatnya So Eun dan menghilangkan perasaannya kepada Kim Bum, berkat Geun Seuk juga lah akhirnya dia bisa melupakan Kim Bum sepenuhnya, mereka merayakan malam natal hanya dengan mendengarkan musik-musik bertema ‘natal’

 

Sedangkan di tempat lain terlihat sepasang kekasih yang cukup terbilang ‘aneh’, juga sedang merayakan malam natal, tak lain dan tak bukan adalah Park Jiyeon dan Yoo Seung Ho, mungkin mereka di bilang aneh karena yang terlihat hanyalah Jiyeon yang selalu mengejar-ngejar Seung Ho, tapi sebenarnya Seung Ho itu juga sangat menyukai Jiyeon, hanya saja dia tidak tahu bagaimana mengekspresikan sikapnya saat berhadapan dengan Jiyeon alhasil terlihat bahwa cinta mereka hanya sepihak

Dan pasangan terakhir yang sedang ikut merayakan malam natal adalah pasangan yang paling unik, bukan pasangan sebagai kekasih melainkan pasangan sahabat yang sama-sama tampan tapi hingga saat ini masih belum mempunyai kekasih, mereka tak lain adalah Jung Il Woo dan Lee Min Ho, entah kenapa mereka masih saja betah ngejomblo hingga sekarang, padahal sudah banyak yeoja yang mengejar-ngejar mereka namun mereka malah terlihat nyaman dengan status mereka sekarang

END

FF : Naughty Boyfriend

Cerita ini terinspirasi dari sebuah komik Jepang by Yagami Chitose, kemungkinan jalan ceritanya sama dengan cerita asli kecuali nama dan latar tempat saja, kalau aslinya kan di Jepang, nah ini aku buat jadi FF yg latarnya di Korea.

Jujur ini aku buat untuk menghargai karya YAGAMI CHITOSE, aku hanya ingin mengingat karyanya, karna komik yang aku baca ini punya orang lain, takutnya aku kangen dengan cerita ini sewaktu komiknya sudah aku balikin, makanya ku buat jadi FF agar aku bisa baca setiap saat, yagami chitose maaf ya aku membuat ff ini tanpa persetujuanmu, hehe

Ya sudah langsung dibaca saja.. Ingat, no COPAS, no BASHING, Please RCL!!

dan maaf sudah asal tag kalian, jika tidak suka silahkan di hapus tag nya 🙂

Tittle     : Naughty Boyfriend

Author  : Kang Yong Ri aka Serly Rusadi

Cast       :

– Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk

– Amber f(x) a.k.a Amber

– Kim Ki Bum  a.k.a Kibum

Support Cast : temukan sendiri aja ya..

Ratting : NC17

Didalam sebuah ruangan tepatnya sebuah kamar terdapat sepasang kekasih yang sedang melakukan hubungan intim, namun saat itu muncul lah seorang pendeta

“Cukup sampai di situ, iblis mesum! Kau ku karantina atas perintah Tuhan!”, kata seorang pendeta yang bernama Donghae

“Mwo?”, tanya Eunhyuk, kaget, marah, gelisah dan takut kini bercampur jadi satu menghujam diri Eunhyuk, sedangkan yeoja itu hanya memasang wajah kagetnya

“D A S S”

 

Akhirnya iblis mesum bernama Eunhyuk itu pun di karantina hingga….

100 TAHUN KEMUDIAN

 

***

“Pulang nanti karaoke an yuk”, ajak Victoria

“Oke, ajak anak cowok juga ya, makin meriah makin asyik dong”, sambung Luna

“Amber ikut ya?”, tanya Crystal

“Ergh?? i..iya”, jawab yeoja yang bernama Amber itu dengan mimik bahagia karna sudah diajak

“Jangan, Amber gak suka hura-hura”, kata Sulli

“Eh?”, tiba-tiba muka Amber berubah jadi murung

“Jangan dipaksa ikut”, sambung Victoria

“Iya.. ya”, mereka pun meninggalkan Amber yang sendirian

–  Amber POV –

Perkenalkan aku Amber, aku seorang yeoja yang.. hm.. bisa dibilang polos, culun, kutu buku dan sejenisnya karna aku memakai kacamata tebal, rambut terkucir dua, dan sering menghabiskan waktu luang ku di perpustakaan.. ini dia kisahku.. dimulai..

“Padahal aku juga ingin pergi..

Hah -__-  asyiknya mereka bisa senang-senang, tapi pasti tidak cocok denganku yang tidak menarik ini”, kataku pada bayanganku sendiri saat melihat ke cermin yang terpampang di sebuah perpustakaan

“Ah sudah la mending aku membaca buku saja daripada memikirkan hal tidak penting ini”, hiburku

“Buku ini kenapa berada dipojok sekali? Sepertinya sengaja disembunyikan”, kataku saat melihat sebuah buku yang hanya beberapa detik langsung menarik perhatianku

“Dililit pita? Kenapa?”, tanyaku bingung saat aku mengambil buku itu dari pojok rak tersebut

 

MIAOOW

“Jangan bikin kaget dong”, aku terkejut saat mendengar suara kucing, tunggu.. kucing?? Di perpustakaan ini mana ada kucing, lalu suara apa tadi??

 

DEG.. DEG.. DEG..

 

“Apa mungkin dari buku ini?”, ku buka ikatan pita-pita tersebut

“Kenapa keinginan melihat buku ini begitu kuat ya?”

 

SRET

 

Akhirnya ikatan pita itu pun terbuka dan kini tanganku mencoba untuk membuka serta melihat isi buku tersebut

 

AHH…

 

Muncul seorang namja dengan sepasang sayap hitam tanpa memakai baju yang tiba-tiba langsung mencium bibirku..

Aku pun langsung mendorong namja tersebut karna kaget dan takut

 

EEEEEHH…??

 

Apa mungkin namja ini.. ke..keluar da..dari buku ini..??

“Ciuman pertama ku”, kuratapi first kiss ku yang hilang karna namja misterius ini

“Siapa kau..?”, tanyaku ketus dan ketakutan

“Sebagai tanda terima kasih atas pembebasanku, akan kuberitahu namaku.. Aku Eunhyuk”, katanya memperkenalkan diri

“Iblis yang turun ke dunia manusia”, sambungnya

Iblis??? Itu kan dongeng

“Aku disekap di dalam buku oleh pendeta, tapi kok bisa ada disini ya?”, tanyanya kebingungan sambil melirik ke seluruh ruangan ini

–  Eunhyuk POV –

Akhirnya..

Setelah 100 tahun dikarantina, sekarang aku bisa bebas berkat yeoja ini..

“Siapa namamu?”, tanyaku pada yeoja yang masih terlihat kaget dan takut ini

“A..amber”, jawabnya dengan gugup

“Tak kusangka bisa langsung bertemu gadis jelita setelah bebas”, kataku dengan menghias senyum diwajahku yang tampan ini

“aku tidak enak dimangsa, kau bisa keracunan kalau memangsaku”, gertaknya dengan ekspresi yang lucu, haha

“Kurasa, sebagai yeoja, kau cantik..

Aku bisa melihat sosok aslimu”, kataku kemudian mengeluarkan kekuatanku

 

PRAAASSSHH

 

“Tubuhku”, kata yeoja bernama Amber ini merasa seperti ada yang berbeda pada dirinya saat matanya tertutup karna kekuatanku

“Apa yang kau lakukan?”, tanya nya bingung kemudian melihat kearah cermin

“Penglihatanku normal”

“Bukan cuma itu, rambutmu halus tergerai, kulitmu putih mulus dan bibirmu merah mengundang”, kataku sambil menatap dirinya dari cermin tersebut

“Aku membangkitkan daya tarikmu yang terpendam, kau sebenarnya cantik seperti ini”, sambungku yang kemudian mencoba mendekatinya untuk memeluk tubuhnya

“HENTIKAN!!”, katanya sambil mendorong tubuhku

 

ERGH

 

Aku tersungkur kebelakang dengan sangat kuat membuat tubuhku lemah tak berdaya

“Apa mungkin..”, katanya sambil menunjukkan sebuah pita yang melilit buku yang menyekap ku

“ITU..??”,

“Ternyata ada cara melemahkan iblis toh”, ucapnya dengan nada terkejut seperti baru mengetahui hal tersebut

“Peluk dengan tulus dong”, kataku dengan nada sedikit merajuk

“Tidak sudi!! Kutempel lagi nih!”, dia mengancam ku dengan pita tersebut

‘‘Baru kali ini ada yeoja yang menolakku, aneh’, batinku

“‘Kalau kita bersatu, kau akan merasakan kenikmatan yang tak pernah kau ketahui loh”, rayuku

“ERGHH?!”, ekspresinya sangat terkejut mendengar kataku, mungkin dia salah mengartikan maksudku dalam kata ‘kenikmatan’, haha, ada-ada saja yeoja satu ini

“Iblis tidak seburuk yang kau kira, hitunglah sampai 3, percaya padaku”, sambungku kemudian

 

–  Author POV –

 

“Hitung sampai 3, percaya padaku”, kata iblis tersebut

Amber yang ragu-ragu itu pun mencoba untuk menghitung hingga ke angka tiga

“SATU…”

“DUA..” tiba-tiba Amber sudah berada dalam dekapan Eunhyuk yang sudah memakai baju, ya.. Eunhyuk menggendong Amber layaknya Amber seorang putri

“TIGA..”, Eunhyuk membawa Amber terbang ke udara, keluar dari perpustakaan itu menuju langit-langit luar

“Terbang..?”, kata Amber tak percaya sambil menutup matanya karna ketakutan

“Lihat kebawah, sayang kalau tutup mata”, kemudian Amber mencoba membuka matanya dan betapa terkejutnya dia saat melihat pemandangan dibawah, berjejer bangunan-bangunan yang mencakrawala

“‘Wah.. indahnya”

“Kapan pun Amber mau, aku akan membawa Amber terbang”, perkataan Eunhyuk membuat detak jantung Amber berbunyi kuat

“Pemandangannya tidak seperti dulu lagi ya, sudah 100 tahun sih..

Tapi mataharinya tetap sama, pemandangannya indah-indah”, Eunhyuk melihat kesekeliling arah ketika berhenti disebuah atap gedung, sedangkan Amber sibuk mendengarkan dan menenangkan bunyi detak jantungnya

DEG..

DEG..

DEG..

 

‘Apa-apaan sih, dia itu iblis lho’, batin Amber

“Ho, bulan! Ayo terbang”, ajak Eunhyuk

“Aku takut”

“Tak apa!”, Eunhyuk menarik tangan Amber yang kemudian mengikuti langkahnya untuk terbang kebulan

“‘Tuh, bersayap kan?”, sambung Eunhyuk

“Kalau begini seperti sedang menari ya”, kata Eunhyuk sambil terus menatap wajahnya Amber ketika mereka sedang berdiri ditengah-tengah bulan

“Jangan bercanda”’, Amber terus menenangkan suara detakan jantungnya

Tiba-tiba…

CHUU..UUP

 

Eunhyuk mencium bibirnya Amber dengan lembut, sangat lembut, Amber tak menolaknya

“Amber, kau manis”, ucap Eunhyuk

‘Aku tak bisa mengelak..

Apa karna kekuatan iblis Eunhyuk, atau….??’, batin Amber

Ciuman mereka makin  lama makin dalam, sekarang Eunghyuk menciumi pipinya Amber, salah satu tangannya memegang bagian tubuh Amber yang sensitif

“‘KYAAAAAA!!!!

Sentuh apa kau, hah?”, teriak Amber sambil mendorong tubuh Eunhyuk yang mengakibatkan mereka berdua hampir terjatuh

KYAAAA

 

“Aku akan jatuh..!”, kata Amber ketakutan

GREP

Tiba-tiba Eunhyuk menangkap pergelangan tangan Amber

‘Ck! Lagi asyik-asyiknya..’, batin Eunhyuk mendesah

Mereka pun turun kebumi yang penuh manusia

“Hya.. pasangan nekat”, kata Amber ketika melihat sepasang kekasih yang sedang berciuman ditempat umum

“Wuah.. disini juga ada? Jadi gak tahu mesti lihat kemana”, sambung Amber ketika melihat sekelilingnya yang dipenuhi dengan banyak pasang kekasih yang sedang berciuman

“Kalau manusia berada didekat iblis, hasrat yang dirasakan saat itu akan memuncak, dalam hal ini mereka ingin saling mencintai”, ucap Eunhyuk dengan sangat bijaksana

‘Mungkin dia tak sejahat yang ku kira’, batin Amber

“Teman sekelasku..”, ucapan Amber terhenti saat tak percaya melihat teman sekelasnya yang kacau tak karuan, siswa namja mencagili siswi yeoja, mereka mengintip celana dalam para yeoja itu

“HENTIKAN…!!”, teriak Amber

“Ada yeoja cantik nih..!”, kata seorang teman sekelas Amber yang tak tahu bahwa itu adalah Amber -yeoja yang culun, polos dan kutubuku- sambil ingin memeluk Amber yang membuat Amber sedikit terkejut namun dihentikan oleh tangan Eunhyuk yang memegangi atau lebih tepatnya menahan kepala teman sekelasnya Amber

“Manusia memang payah yah”, ucap Eunhyuk

“Kadang ada juga yang bodoh seperti mereka”, sambung Eunhyuk setelah menghilangkan beberapa teman sekelas Amber yang ingin mengganggu Amber kelangit

“Tenang saja, takkan ada yang menyentuhmu selain aku”, kata Eunhyuk sambil tersenyum evil

“Ih.. bicara apa sih”, Amber mencoba menghilangkan perasaannya yang tak karuan

“Dadaku kenapa berdebar-debar ya”, tanya Amber dalam hati

“Cukup sampai disitu”, tiba-tiba datang seorang namja

hm..

Sepertinya seorang pendeta karna dia membawa sebuah salip dan langsung mengikat Eunhyuk dengan sebuah tali

“Pantas ada naluri jahat yang kuat, rupanya kau lepas dari sekapan ya?”, tanya namja itu

“Aku Kibum, keturunan pendeta yang menyekapmu 100 tahun lalu”, ucap namja itu memperkenalkan dirinya

“Kembalilah dalam sekapan dengan patuh, kau mengubah hati orang jadi jahat”, sambung pendeta bernama Kibum itu

“Jadi jahat?”, tanya Eunhyuk bingung

“‘Kalau gitu, kenapa Amber yang bersamaku tidak berubah?”, tanyanya lagi

“Eunhyuk”, desis Amber pelan

“UGH..”, Kibum tak menjawab pertanyaan Eunhyuk

“Pitanya ada padamu kan?”, tanya Kibum pada Amber

“Karantina iblis ini dengan pita itu”, perintah Kibum

“Menyekap Eunhyuk?”, pikir Amber, tiba-tiba bayangan akan dirinya dan Eunhyuk saat bersama-sama kembali muncul

“Amber..”, Eunhyuk memanggil nama Amber seperti sedang meminta bantuan agar tak menyekapnya

“Sedang apa kau?! Cepat!!”, perintah Kibum

“TIDAK..!!”, seru Amber yang membuat Eunhyuk dan Kibum kaget

“Aku tak begitu paham, tapi kurasa Eunhyuk tidak jahat!”, sambung Amber

“Sudah!! Biar aku saja, serahkan pita itu padaku”, lagi-lagi Kibum memberi perintah kepada Amber namun Amber hanya diam saja

“Cepat.. berikan padaku!!”,

HAP

 

“AH.. Pita berharganya..”, seru Kibum tak percaya saat melihat Amber menelan pita itu kedalam mulutnya..

Tiba-tiba,,,

SYUUUTTT… POWW.. DUG

 

“Sampai jumpa”, seru Eunhyuk sambil melambaikan tangannya ketika melihat Kibum melanting terbang ke langit karena tinjuannya yang sangat amat memukau

“Menolong iblis?”, tanya Amber pada dirinya sendiri setelah dia berhasil menolong sang iblis

“Terimakasih.. aku,, aku agak senang..”, kata Eunhyuk dengan sedikit tersipu malu

“Aku menolong iblis?”, kata Amber sambil tersenyum

“Itu bukti kalau kau ingin bersamaku, Amber”, Eunhyuk mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Amber, yaa..mereka berpelukan, kini Amber tak menolaknya seperti pertama kali nya Eunhyuk memeluk Amber

“Akhirnya, kau ingin memelukku ya?”, goda Eunhyuk

***

 

“KYAAAA!!!!!!!!!”, tiba-tiba Eunhyuk berteriak kencang saat dia melepaskan ciuman nya dengan Amber karna dia merasa ada yang berbeda dan membuat tubuhnya menjadi melemah

“Di mulutmu ada pita kan?”, tanya Eunhyuk pada Amber

“EHH..?”,

“Ah..”, kata Amber sambil mejulurkan lidahnya yang masih menyisakan sedikit pita didalam mulutnya

“Maaf”, sambung Amber

“Amber..”, tiba-tiba Eunhyuk memeluk Amber lagi dari belakang

Hubungan Amber dan Eunhyuk sepertinya masih akan berlanjut….

E N D